Akhirnya, setelah sebagian pada lupa karena terlalu lama menunggu, KPU mengumumkan hasil Pemilu Legislatif 2009, kemarin (9/5/2009) sekitar pukul 22.00.

Ini bukan berarti masalah selesai, karena hasil dari Dapil II Sumut (Nias Selatan) belum selesai dihitung ulang. KPU ‘terpaksa’ mengumumkan karena kemarin adalah hari terakhir. Jika lewat batas tersebut, sesuai UU, mereka bisa diancam hukuman pidana.

Belum lagi, akan banyak gugatan yang masuk ke MK dalam waktu 3 x24 jam ke depan. Artinya, masalah serius terkait Pemilu 2009 baru akan dimulai.

Sebagai informasi inilah hasil akhir perhitungan suara oleh KPU.

1. Demokrat – 20,85% (21.703.137), perkiraan kursi di DPR 148 kursi.
2. Golkar – 14,45% (15.037.757), 108 kursi.
3. PDIP – 14,03% (14.600.091), 93 kursi.
4. PKS – 7,88% (8.206.955), 59 kursi.
5. PAN – 6,01% (6.254.580), 42 kursi.
6. PPP – 5,32% (5.533.214), 39 kursi.
7. PKB – 4,94% (5.146.122), 26 kursi.
8. Gerindra – 4,46% (4.646.406), 30 kursi.
9. Hanura – 3,77% (3.922.870), 19 kursi.
10. PBB – 1,79% (1.864.752), tidak lolos threshold.

Total DPT : 171.265.442.
Pemilih: 121.588.366 (70,99% DPT)
Suara sah : 104.099.785 (60,78% DPT)
Suara tidak sah : 17.488.581 (10,21% DPT)
Tidak Memilih/Golput : 49.677.076 (29,01% DPT)
Golput+Tdk Sah : 67.165.657 (39,22% DPT)

Dengan demikian hanya 9 partai yang memiliki perwakilan di DPR.
Jumlah Golput (29,01%) lebih besar dari Demokrat dan Golput_Tdk sah hampir mencapai 40%.