1. Kemiskinan bertambah, pastikan semua proyek padat karya segera berjalan. Krisis ekonomi global membuat upaya pengurangan jumlah orang miskin di Indonesia tertahan. Jumlah orang miskin pada tahun 2009 diperkirakan melonjak ke angka 33,714 juta orang, lebih tinggi dari target yang diinginkan pemerintah pada level 32,38 juta orang.

2. Penurunan Bunga kredit lamban, Bank Nasional belum efisien. Tingginya suku bunga kredit menunjukkan perbankan Indonesia tidak efisien. Hingga kini, bank-bank di negeri ini cenderung mempertahankan selisih (spread) suku bunga simpanan dan kredit tinggi demi meraih keuntungan besar.

3. Pemeritah beri diskon pajak, Kadin minta perluasan batas intensif PPh pasal 25. Pemerintah memberikan intensif pengurangan pajak penghasilan (PPh) pasal 25 hingga 25% guna memberikan likuiditas wajib pajak (WP) yang mengalami perubahan keadaan usaha akibat krisis ekonomi global.

4. Antisipasi ledakan penduduk, dampaknya berimbas pada kebutuhan dasar. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Bila tak segera diantisipasi, diperkirakan dapat mengganggu kestabilan sosial maupun ekonomi.

5. Masih Untung Rp600/liter. Pemerintah belum akan turunkan harga BBM bersubsidi. Pansus hak angket BBM DPR menilai pemerintah masih memperoleh keuntungan Rp600 per liter dari perjualan premium bersubsidi.

IndoSolution/awk

Sumber:
1. Surat Kabar:    Kompas, Koran Tempo, Seputar Indonesia, Media Indonesia, Suara Karya, Indo Pos, Koran Jakarta, Jurnal Nasional, Warta Kota, Republika, Rakyat Merdeka, Bisnis Indonesia, Merdeka, Jakarta Pos.
2. Media Online: vivanews, detikcom, metrotvnews, okezone, kompasCom.