(Kiriman seorang teman)

Inilah wawancara imaginer wartawan dunia impian dengan Wiranto dan Prabowo.

Wartawan (Wa) : Pak Wiranto, saya dengar Bapak dari dulu selalu bersaing dengan Pak Prabowo? Benarkah?
Wiranto (Wi) : Benar! Tapi sebenarnya Prabowo yang terus berusaha bersaing dengan saya.
Wa: Apa buktinya?
Wi: Pada saat saya bikin partai (Hanura, red.), dia juga bikin partai (Gerindra, red.)!
Wa: Bukti lainnya?
Wi: Pada saat saya nyalon jadi Presiden dia juga nyalon!
Wa: Ada bukti lain Pak?
Wi: Ada tapi off the record ya. (Kemudian Wiranto berbisik pada Wartawan dan wartawannya manggut-manggut).
Wa: Oh gitu ya Pak. Berarti saya harus tunggu hasil Pemilu 2009 dulu ya?
Wi: Benar!

Pada kesempatan terpisah Wartawan mewawancara Prabowo.
Wa: Pak Prabowo, saya dengar Bapak dari dulu selalu bersaing dengan Pak Wiranto? Benarkah?
Prabowo (Pr): Tidak benar. Memangnya ada bukti?
(Wartawan kemudian menceritakan hasil wawancara dengan Wiranto).
Pr: Terserah pandangan Anda saja kalau gitu (sambil tersenyum).
Wa: Kalau begitu tolong jelaskan kenapa Bapak bikin partai?
Pr: Untuk ‘menggeridra’ ‘hanura’!
Wa: Kalau nyalon jadi Presiden?
Pr: Supaya Wiranto ga jadi Presiden!
Wa: Wah kalau gitu, benar donk pendapat bahwa Bapak bersaing dengan Wiranto?
Pr: (sambil senyum) Terserah Anda!

Wartawan kembali bertemu Wiranto untuk wawancara.
Wa: Pak Wiranto, menurut Bapak, berapa persen kira2 yang akan memilih Hanura?
Wi: Terus terang saya harus jujur sama Anda, hanya sekitar 5%!
Wa: Kenapa begitu kecil Pak?
Wi: Karena paling banyak hanya 5% dari rakyat Indonesia yang menggunakan hati nurani!
Wa: Kalau, seandainya, ternyata yang 5% persen juga, sesuai hati nurani, tidak memilih Hanura bagaimana Pak?
Wi: (sambil tersenyum). Berarti 95% sisanya lah yang memilih Hanura!
Wa: (langsung pamit, dengan senyum kecut!)

Nah sekarang giliran Prabowo lagi yang di wawancara.
Wa: Pak Prabowo, menurut Bapak berapa persen bakal memilih partai Bapak, Gerindra?
Pr: Karena saya Ketua HKTI, Pedagang Pasar dan lain-lain, kira2 40%!
Wa: Wah itu jumlah yang besar, mengalahkan target Golkar dan PDIP! Kenapa Bapak bisa seyakin itu?
Pr: Karena mereka sudah saya ‘gerindra’!
Wa: Wah kalau gitu Bapak tidak demokratis donk!
Pr: Semua partai di Indonesia pada dasarnya tidak demokratis, kalau tidak membujuk pake uang, ya bikin kampanye hitam atau bikin janji-janji kosong atau pake pemaksaan halus!
Wa: Jika cara Bapak seperti itu, bisa2 akhirnya rakyat tidak memilih partai Bapak?
Pr: Tidak apa2. Yang penting Wiranto tidak boleh jadi Presiden!
Wa: (bengong, dan langsung pamit!)