Eko dilahirkan di Lampung, 24 Juli 1989. Sekarang ini duduk di kelas III SMA IV Balikpapan. Namanya mulai melejit manakala berhasil menjadi juara dunia sekaligus menjadi the best lifter (lifter terbaik) pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Praha, Ceko, Mei 2007. Selain meraih Emas untuk kontingen Kalimantan Selatan pada PON XVII bulan Juli yang baru lalu, prestasi terbaik lainnya adalah meraih medali emas pada SEA Games XXIV Thailand Desember 2007.

Mulai menggeluti olah raga angkat besi tahun 2001 di Klub Metro Lampung melalui pelatih Suryono dan Johni. Prestasi pertamanya adalah menjadi juara nasional angkat besi tingkat junior.

Berkat prestasinya, dia tidak perlu lagi menjadi pengembala kambing. Berbagai hadiah dan bonus yang diperoleh telah berhasil membantu ekonomi keluarga. Sebelumnya, bapak adalah pengayuh becak dan ibu pedagang sayur. Sekarang orang tuanya sudah bisa menjalankan usaha sebagai petani pada lahan sawah milik sendiri.

Prestasi meraih medali perunggu pada Olimpiade 2008 Beijing (10/8), yang juga sekaligus medali pertama Indonesia, tentunya menambah deretan prestasinya.

Berikut ini beberapa catatan Prestasi Eko Yuli Irawan:

1. Mei 2007. Kejuaraan Dunia Junior, Praha, Republik Ceko. Emas kelas 56 Kg. Total 273 kg (Snatch 120 Kg, Clean & Jerk 153 Kg).
2. September 2007. Kejuaran Dunia, Chiang Mai, Thailand. 2 Perunggu kelas 56 Kg. Total 278 Kg dan Clean & Jerk 154 Kg.
3. Desember 2007. SEA Games XXIV, Nakhon Ratchasima, Thailand. Emas kelas 56 Kg. Total 284 Kg (Snatch 126 Kg, Clean & Jerk 158 Kg).
4. April 2008. Kejuaran Asia, Kanazawa, Jepang. 2 Perak 1 Perunggu kelas 62 Kg. Perak untuk total 305 Kg dan Clean & Jerk 170 Kg dan Perunggu untuk Snatch 135 Kg.
5. Juli 2008. PON XVII, Kalimantan Timur. Emas Kelas 56 Kg. Total angkatan 268 Kg (Snatch 123 Kg, Clean & Jerk 145 Kg). Cat: Saat itu Eko mengaku kurang fit karena mengalami cidera ringan pada kaki.
6. Agustus 2008. Olimpiade Beijing. Perunggu Kelas 56 Kg.Total 288 Kg (Snatch 130 Kg, Clean & Jerk 158 Kg).