Deklarasi Pemilihan Walikota Bandung

Heboh beredarnya rekaman percakapan Cockpit pesawat Adam Air rute penerbangan Surabaya-Menado yang jatuh (hilang?) pada tanggal 1 Januari 2007 dan menewaskan seluruh penumpangnya, benar-benar menyita perhatian masyarakat beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan informasi yang saya ketahui, heboh ini dimulai dari thread yang dibuat di Kaskus (komunitas online Indonesia yang sangat aktif dengan anggota sangat banyak). Thread Starter-nya menggunakan username exc@libur dan mulai mempublikasikannya pada tanggal 31 Juli 2008. Sejak itu threadnya menjadi sangat populer, hingga 4/8 malam ini sudah mencapai 178 halaman, lebih dari 3.500 reply dan 140.000 tengokan!

Jika kita mengikuti kronologis thread, wacananya sangat dinamis; berbagai individu dengan latar belakang yang sangat beragam ikut aktif disana. Kontroversi terjadi, berbagai interpretasi berkembang. Walaupun Pemerintah melalui Departemen Perhubungan menyesalkan beredarnya rekaman ini (lepas dari ‘asli’ atau ‘palsu’ atau ‘kopian dari asli’ atau ‘setengah asli’), sidang pembaca bisa banyak mendapat ‘ilmu’ (pencerahan, penyesatan, atau apapun namanya) dari kejadian tersebut.

Apalagi Thread ini didukung oleh Thread lain yang digagas oleh seorang username bernama weeshnoe yang mencoba memberikan tambahan pengetahuan yang lebih teknis namun dikemas untuk kepentingan awam, sehingga dinamikanya menjadi semakin hidup.

Berbagai isu kemudian mencuat, mulai masalah hukum (kerahasiaan), ketaatasasan, moral, kejujuran, keadilan, kebenaran, profesionalitas dari Regulator, Perusahaan, Awak (Pilot, Teknisi pemeiliharaan dan perbaikan) dan lain-lain.

Dari wacana yang berkembang, banyak hal kemudian yang menggelitik benak saya:
1. Secara garis besar, diskusi mengarah pada kesimpulan ‘ini memang ada porsi kesalahan dari awak Pilot dan Co-Pilot, tetapi porsi yang terbesar ada di Perusahaan (Adam Air) dan Regulator.’ Yang nampaknya menohok kepada laporan KNKT (karena laporan KNKT lebih merinci kelalaian dari Pilot dari pada Adam Air atau bahkan Pemerintah selaku Regulator).
Ini bisa dilihat dari pernyataan yang berkaitan dengan IRS tidak berfungsi, pengendalian secara manual bermasalah, pesawat termasuk produk gagal dan sudah tua, permintaan perbaikan sebanyak 154 kali tidak digubris, Pilot tidak melaksanakan SOP, dsb.
2. Mengapa ini sampai bisa bocor? *Karena seharusnya rahasia*
Kenapa dibocorkan pada saat ini? *Lama setelah laporan KNKT secara resmi diumumkan*
Kenapa yang dibocorkan bagian ‘itu’? *Yaitu bagian yang paling dramatis dan bisa melebar kemana-mana seperti bola liar*
3. Mengapa harus ada rantai sebelum akhirnya bocor ke publik? *Karena menurut pengakuan exc@libur dia dapat dari bosnya. Bosnya sendiri dapat dari orang lain yang katanya memiliki link ke luar negeri (Australia?).*
4. Exc@libur, mungkin seorang yang baik dan dia melakukan itu untuk maksud baik tanpa motif aneh2. Tetapi orang yang pertama dalam mata rantai ini sangat mungkin punya motif tertentu, untuk maksud tertentu dan mengarahkannya pada orang/pihak tertentu.
5. Kita semua tentu sudah mahrum dengan budaya “semua bisa diatur” dari hal yang sangat kecil seperti pembuatan KTP, pembayaran pajak, hingga yang sangat elitis seperti kasus yang sekarang sangat ramai di media. Jika itu terjadi di Departemen -Departemen lain secara jelas, adalah sangat naif jika tidak terjadi di Departemen Perhubungan.
Masalahnya adalah apabila ‘main mata’ itu tidak berhubungan dengan keselamatan jiwa mungkin banyak diantara kita yang masih bisa ‘memaafkan’ (dengan terpaksa), tetapi jika berhubungan dengan keselamatan penerbangan, kelalaian kecil saja bisa membuat orang mati sia-sia, masihkah juga tega ‘main mata’?

Bila mobil angkot tiba-tiba mogok di tengah jalan, mungkin penumpang masih punya harapan cukup besar untuk bisa hidup. Tetapi jika tiba-tiba pesawat mogok di udara, apakah harapan hidup penumpangnya masih cukup besar?

Saya percaya masih banyak orang baik di Pemerintahan, termasuk Departemen Perhubungan. Apapun motif mata rantai utama dari bocornya rekaman ini, marilah kita ambil positifnya. Orang-orang baik di Departemen Perhubungan menjadi semakin banyak dan kuat sehingga ke depan, perbaikan signifikan (bukan basa-basi atau lip service) terwujud dan terus makin baik.

Jika Anda sekarang ini berada pada posisi sebagai masyarakat awam, mana yang akan dipilih:
1. Tetap awam, jika Pemerintah baik akan menjadi warga awam yang terhormat; tetapi jika Pemerintah tidak baik, beresiko untuk menjadi orang yang dibohongi bahkan dizhalimi?
2. Berusaha untuk berbagi pengetahuan mengenai kebenaran, walaupun memiliki resiko untuk tersesat karena mendapat informasi yang sepotong-sepotong bahkan dipenjara karena dianggap melanggar hukum?

Jika anda berminat mendapatkan file rekaman atau transkripnya (yang katanya dibuat oleh seorang ATC dengan nickname black angel) silakah searching lewat google, banyak bertebaran di sana. Atau bisa juga melalui sumber awalnya di Kaskus. Jangan lupa lihat juga laporan resminya yang dikeluarkan oleh Pemerintah (KNKT).

Kalau ingin membandingkan antara transkrip versi Internet ( dirilis 31 Juli 2008 ) dan versi KNKT ( dirilis 25 Maret 2008 ) bisa dilihat di Tempointeraktif. Dari kedua transkrip ini jelas ada perbedaan. Pertanyaannya :

1. Mana Yang Benar?
2. Jika yang benar versi KNKT, dengan kondisi ini posisi Pemerintah menjadi terjepit karena untuk merilis rekaman aslinya terkendala ketentuan hukum.
3. Jika yang benar versi Internet, tentunya timbul pertanyaan kenapa transkripnya KNKT bisa demikian, apa dasar pertimbangannya?
4. Jika rekaman yang beredar di Internet direkayasa dan transkrip KNKT juga sudah ‘diedit’. Kita serahkan saja kepada yang Maha Kuasa untuk ‘mengadilinya.’