Pilot Senior Yakin Percakapan Pilot Adam Air Asli

JAKARTA, SENIN – Rekaman percakapan antara dua pilot pesawat Adam Air sebelum terjatuh di perairan Majene, Sulawesi Selatan, 1 Januari 2007, yang kini beredar luas akhirnya menguak misteri tragedi penerbangan di Indonesia itu. Atas fakta tersebut, rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyimpulkan kecelakan akibat kesalahan manusia (human error) dianggap tidak mendasar dan salah besar.

Pilot sSenior maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Capt Mohd Rendy Sasmita Adji Wibowo, menyatakan, rekaman berdurasi selama lima menit 38 detik itu asli. Percakapan tersebut menurutnya otentik dengan orang-orang yang sedang mengoperasikan pesawat bernomor DHI 574. “Rekaman itu terlalu sempurna untuk dibilang tidak asli. Kalau ada yang bilang itu tidak asli, ya mungkin kasetnya yang tidak asli. Tapi percakapannya saya percaya itu benar terjadi sebelum AdamAir celaka,” kata Rendy dalam wawancara khusus dengan PersdaNetwork di Hotel Sultan, Jakarta.

Dengan adanya rekaman cockpit voice recorder (VCR) yang beredar di internet, membuktikan rekomendasi KNKT yang menyatakan dua orang pilot selama 13 menit sebelum jatuh tidak memerhatikan penerbangan, dan hanya terpaku pada alat navigasi internal reference sistem (IRS) tidak benar. “Ini sama sekali bukan human error. Buktinya, selama lima menit terakhir ada percakapan antara pilot dan kopilot serta petugas pemandu dari ATC (Air Traffict Controller) di Ujung Pandang untuk menerbangkan pesawat secara benar,” tandasnya.

Dari rekaman tersebut, pilot Airbus yang telah berpengalaman lebih dari 34 tahun itu berpendapat, selain karena IRS-nya tidak berfungsi, ada faktor-faktor lain yang menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan 102 penumpang pesawat Boeing 737-400 tersebut. Rendy mencurigai penyebabnya adalah rudder (bagian belakang sayap vertikal pesawat yang fungsinya menjadi stabilisator). Menurutnya, rudder untuk Boeing 737 seri 300 dan 400 saat itu memang sedang mengalami masalah dari pembuatnya.

Bahkan, Boeing sendiri berusaha mengganti dengan rudder yang baru hingga Desember 2007. Masalahnya, pesawat AdamAir ini celaka dulu sebelum diganti.

Rendy menyatakan, suplier power control unit (PCU) rudder untuk Boeing 737-300/400 Parker Hanifin di California telah mengakui adanya kelemahan dalam rudder Boeing. Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah kecelakaan pesawat jenis yang sama yang setelah diselidiki bertahun-tahun ternyata kesalahan ada pada rudder tersebut.

Rendy menyebutkan sejumlah kecelakaan tersebut antara lain jatuhnya pesawat United Airlines di Colorado Spring, AS, 3 Maret 1991; kecelakaan USAIR di Aquilippa, AS, 8 September 2004; dan jatuhnya Silk Air di Sungai Musi Palembang tahun 1997.

“Ketiga-tiganya setelah diselidiki ternyata ada masalah pada rudder. Jadi kejadian Silk Air juga bukan karena pilotnya ingin bunuh diri seperti yang disimpulkan KNKT, tapi karena ada masalah pada pesawat. Hal ini juga dibuktikan dengan serpihan ujung sayap yang ditemukan 30 km dari TKP yang membuktikan ujung sayap lepas duluan di atas,” ujarnya.

Pada kasus AdamAir, secara teknis ketika sebuah pesawat miring, maka autopilotnya akan mengembalikan pada kondisi normal. Demikian pula apabila kecepatannya melebihi batas maksimal, autopilot akan mengembalikan pada kecepatan normal dengan mendongakkan kepala pesawat ke atas. Namun, saat itu autopilotnya off.

Masalahnya, akibat rudder-nya tidak stabil membuat kemiringan pesawat 60 derajat dan kecepatan melebihi kecepatan maksiman yaitu 0,926 mach atau 1.100 km/jam lebih. “Dengan kemiringan dan kecepatan tersebut, lalu tindakan pilot ingin mengurangi kecepatan justru membuat pesawat kehilangan kendali dan menukik ke bawah,” tandasnya.

Ketua Federasi Pilot Indonesia (FPI) Manotar Napitupulu juga menolak rekomendasi KNKT. Menurutnya, tidak mungkin pilot sekaliber Revri Agustin Widodo dan co pilot Yoga tidak melakukan apa-apa saat terjadi masalah dalam pesawat.

Namun Manotar meragukan percakapan tersebut sebagai percakapan yang otentik. Saat pesawat menukik dengan kecepatan lebih dari 1.000 km per jam, pilot tidak bisa bicara. Padahal dalam rekaman tersebut kedua pilot sempat meneriakkan Allahu Akbar.

Wakil Ketua KNKT Frans Wenas mengatakan, rekaman percakapan di AdamAir tersebut ada kemiripan dengan yang aslinya. Apakah itu asli atau tidak, Frans mengatakan dirinya tidak mempunyai kepentingan. KNKT pun hingga saat ini belum mau memberikan sikapnya. “Ada kemiripan, tapi itu belum tentu otentik. Bisa jadi itu berasal dari sumber-sumber yang tidak bisa dipercaya,” kata Frans saat dihubungi melalui telepon.

Mengenai rekomendasi KNKT yang telah dirilis Maret lalu, Frans mengatakan hal itu telah final. “Untuk kasus AdamAir kan sudah selesai, KNKT sudah melakukan investigasi, memprosesnya, lalu kesimpulannya dan rekomendasi. Jadi itu yang dipakai sekarang. Tidak perlu dikaitkan dengan rekaman yang beredar itulah,” tandasnya.

Sedangkan Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal melalui Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang Supriyadi Ervan mengatakan, rekaman asli ada di KNKT tersimpan dalam boks tertutup bersifat rahasia dan berbentuk pita. Yang beredar itu tidak asli dan tidak orisinal.

Dijelaskannya, menyebarkan dan mendengarkan rekaman tersebut tanpa didampingi tenaga ahli dapat menyesatkan publik sebab tidak ada ahli yang dapat menyusun model skenario kecelakaan hanya berdasar rekaman penbicaraan pilot semata.

Harus ada bukti lain dan ada diskusi di antara para ahli secara multidisiplin iptek. Misalnya, setidaknya ada analisa hanya dapat dilakukan jika ada pasangan rekaman blackbox kedua, yaitu rekaman tentang tingkah laku pesawat terbang pada 30 menit terakhir. Laporan lengkap tentang sebab-sebab kecelakaan ada di website KNKT.

“Saya minta dengan segala hormat agar rekaman tersebut tidak disebarluaskan, sekali lagi karena tanpa bukti lain yang telah berhasil dikumpulkan pakar-pakar teknologi penerbangan di KNKT dan menganalisa rekaman tidak orisinil tanpa bukti yang lain dapat menyesatkan,” kata Bambang mengutip Menhub.

Menhub juga meminta agar segenap masyarakat menghormati kredibilitas KNKT, laporan lengkap yang komprehensif dan baik dapat dibaca di website Dephub, di bagian KNKT.

Hendra Gunawan
Sumber : Persda Network