Sumber : Kompas, Koran Tempo

Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk Rahman Halim (61) meninggal dunia di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, Minggu (27/7) pukul 05.16 waktu setempat. Jenazah pengusaha bernama asli Tjoa To Hing, salah satu orang kaya dunia versi majalah Forbes (#1, 2002 dan #8,2007), itu tiba di Kediri pukul 18.00 dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Demak Nomor 1, Kelurahan Ngadirejo, Kediri, Jawa Timur.

Seorang kerabat yang tidak bersedia disebut namanya mengungkapkan, Rachman meninggal dunia setelah mengalami pecah lambung. “Hanya itu yang saya ketahui,” ujarnya.

Hingga semalam keluarga almarhum belum memberikan kepastian tentang kapan dan di mana putra pertama pendiri PT Gudang Garam, Surya Wonowidjojo, itu dimakamkan.

Jenazah Rahman dibawa ke Kediri dengan satu helikopter milik PT Gudang Garam melalui Bandar Udara Juanda, Surabaya. Sebelum disemayamkan di rumah duka, jenazah dibawa mengitari Gedung Sasana Krida Surya Kencana di Kediri, salah satu gedung baru milik PT Gudang Garam yang belum sempat diresmikan.

Ribuan warga memadati sepanjang jalan pabrik. Mereka ingin menyaksikan untuk terakhir kalinya jenazah pemilik perusahaan yang mempekerjakan 140 ribu karyawan itu.

Puluhan wartawan dan juru foto tak diizinkan mendekat, apalagi mengambil gambar jenazah. “Belum ada izin dari keluarga,” kata juru bicara Gudang Garam, Vidya Rahayu B.

Rahman meninggal tepat sebulan setelah perayaan ulang tahun ke-50 PT Gudang Garam, 26 Juni 2008.

Rachman alias Tjoa To Hing lahir di Kediri pada 30 Juli 1947. Survei yang dilakukan majalah Forbes pada 2002 menempatkan Rachman sebagai orang terkaya di Indonesia. Ia memiliki kekayaan US$ 1,8 miliar atau setara dengan Rp 18 triliun (kurs Rp 10 ribu per dolar AS).

Rachman memulai karier di Gudang Garam milik ayahnya (Surya Wonowidjojo) sebagai pengawas bangunan pada 1969 saat perusahaan itu mulai meroket. Dari situ, Surya mulai mengajari sang putra mahkota cara mencampur saus dan membedakan rasa rokok.

Karier Rachman melejit pada 1983 ketika dipercaya menjadi salah satu direktur dan, sebagai puncaknya, menduduki kursi Presiden Direktur PT Gudang Garam pada 1984. Pada tahun 2000, jabatan direktur dilepasnya dan sampai meninggal ia menjabat sebagai presiden komisaris.

Salah satu kunci sukses Rachman memimpin Gudang Garam adalah dia selalu membayar tunai bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani. Rachman menikah dengan Feni Olivia dan memiliki dua orang anak.