1. Kasus Penyerobotan Lahan Tambang : Polisi Sidik Perusahaan Bakrie

    Bupati Kutai Timur dinilai tak berwenang menyetop kegiatan penambangan.
    BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur telah meningkatkan kasus dugaan penyerobotan lahan PT Kaltim Prima Coal ke status penyidikan. Perusahaan milik Keluarga Bakrie ini dituding telah menggunakan lahan seluas 2.200 hektare milik PT Porodisa Trading & Industrial untuk kegiatan penambangan batu bara.
    “Sudah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Kalimantan Timur Komisaris Besar Arif Wicaksono di Balikpapan kemarin.
    Selain Kaltim Prima, Arif melanjutkan, status penyidikan ditetapkan untuk PT Perkasa Inaka Kerta (Grup Bayan Resources) yang juga dituding menyerobot lahan milik Porodisa seluas 9.720 hektare.
    Menurut Arif, Porodisa telah melaporkan penyerobotan lahan ini ke polisi tiga bulan lalu. Polisi langsung menindaklanjuti dengan memeriksa pejabat Departemen Kehutanan, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Kaltim Prima Coal, dan Perkasa Inaka. “Sudah memeriksa saksi yang mengetahui masalah ini,” tuturnya.
    Meski demikian, polisi belum menetapkan seorang pun tersangka. Menurut Arif, polisi harus mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain yang mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. “Kami memang berhati-hati dalam penanganan kasus ini. Kasusnya berkaitan dengan kepemilikan izin,” ujarnya.
    Kaltim Prima adalah anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh keluarga Bakrie. Bumi Resources merupakan produsen batu bara terbesar di Indonesia.

2. Polisi Cari Lima Jenazah Lain Korban Ryan

    Penggalian kuburan lima jenazah, rencananya, dilakukan hari ini.
    Surabaya – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama tim forensik hari ini, rencananya, akan menggali kembali pekarangan belakang rumah orang tua Verry Idham Henyaksyah alias Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
    Sumber Tempo di Kepolisian Daerah Jawa Timur mengatakan Ryan telah mengakui ada lima jenazah lagi yang dikubur di tempat tersebut. Lima jenazah ini tidak termasuk empat jenazah yang telah ditemukan pada Senin pekan lalu. “Lima jenazah ini tidak dimasukkan dalam septic tank seperti yang disebut selama ini,” kata dia di Surabaya kemarin.
    Tentang identitas lima jenazah tersebut, sumber ini enggan menyebutkan. Namun, dia tidak membantah atau mengiyakan jika disebut lima jenazah itu adalah mereka yang selama ini dilaporkan hilang oleh keluarga masing-masing. “Mungkin saja mereka,” katanya.
    Sebelumnya, beberapa orang melaporkan anggota keluarga mereka hilang kepada Kepolisian Resor Jombang. Salah satunya Mujiana, yang melaporkan suaminya, Muhammad Aksoni, hilang sejak 11 November 2007. Belakangan polisi menemukan motor Suzuki Thunder milik Aksoni di rumah Mulyo Wasis, kakak Ryan. Orang hilang yang juga dilaporkan adalah Agustinus Fitri Setiawan, 28 tahun, yang hilang sejak 8 Juni 2007. Ryan mengaku pernah diantar Agus ke Stasiun Kereta Api Jombang.
    Sedangkan Nanik Hidayati, 32 tahun, dan anaknya, Silvia Ramadani Putri, 3 tahun, dilaporkan hilang sejak 2 April lalu oleh suaminya, Soeprayitno. Penghuni Perumahan Kepuh Permai, Jombang, ini teman akrab Ryan di pusat kebugaran Marcela Gymnastic, Jombang.
    Yang juga dilaporkan hilang adalah Zainal Abidin, penyiar radio Gita FM, Jombang, yang raib sejak 22 Juli 2007. Ryan adalah pengagum Vian–panggilan Zainal–dan kedua berteman akrab. Sedangkan Fauzi Suyanto, warga Ploso, Nganjuk, dilaporkan hilang sejak 21 September 2007.

3. Bos Gudang Garam Tutup Usia

    KEDIRI – Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk Rachman Halim menghembuskan napas terakhir pada usia 61 tahun di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pukul 05.16 waktu setempat.
    Kami baru dapat keterangan resminya dari keluarga,” kata Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Umum PT Gudang Garam Slamet Budiono dalam pesan pendek yang dikirim kepada Tempo kemarin.
    Seorang kerabat yang tidak bersedia disebut namanya mengungkapkan, Rachman meninggal dunia setelah mengalami pecah lambung. “Hanya itu yang saya ketahui,” ujarnya.
    Jenazah Rachman tiba di pabrik Gudang Garam, Kediri, pukul 17.00 WIB. Jenazah diangkut dengan helikopter dari Bandara Juanda, Surabaya. Setelah diistirahatkan sejenak di gedung Sasana Krida Surya Kencana, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Demak Nomor 1 yang terletak dalam kompleks pabrik.
    Ribuan warga memadati sepanjang jalan pabrik. Mereka ingin menyaksikan untuk terakhir kalinya jenazah pemilik perusahaan yang mempekerjakan 140 ribu karyawan itu.
    Puluhan wartawan dan juru foto tak diizinkan mendekat, apalagi mengambil gambar jenazah. “Belum ada izin dari keluarga,” kata juru bicara Gudang Garam, Vidya Rahayu B.