Sumber: Republika Online, Tempo Interaktif.

Ekonom Dr Sjahrir meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Senin (28/7) pukul 09.00 waktu setempat karena sakit, dalam usia 63 tahun. Jenazah almarhum akan dibawa ke Jakarta Senin malam.

Rencananya jenazah pendiri Partai Perhimpunan Indonesia Baru itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Selasa (29/7). Sebelumnya almarhum akan disemayamkan di rumah duka Jl Sukabumi No 8 Menteng, Jakarta Pusat.

Almarhum yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden lahir di Kudus, Jawa Tengah, 24 Februari 1945. Ia meninggalkan seorang istri, Kartini Panjaitan, serta dua orang anak, Pandu dan Gita.

Sjahrir divonis mengidap kanker paru-paru sejak 22 Juni 2008. Padahal sebelumnya, Sjahrir tidak pernah mengeluh ataupun batuk-batuk.

Menurut Hariman Siregar, sahabatnya itu meninggal akibat gagal sistem organ (multi organ failure). “Penyebabnya gagal organ karena kanker,” kata dia.

Hariman mengaku mendapat kabar duka tersebut saat check in untuk berangkat ke Singapura. Semula, keberangkatan untuk menjenguk Sjahrir. Sebab, kemarin, kondisi Sjahrir memburuk. “Sekarang, semua keluarganya masih di sana,” kata Hariman.

Menurut dia, Sjahrir dirawat di Singapura sejak 20 Juni lalu. Ia baru saja menghadiri pernikahan anaknya di Washington, Ameriksa Serikat. Namun, kesehatannya terus menurun dan segera dirawat di Singapura. “Tadinya dikira asma, ternyata kanker paru-paru stadium akhir,” kata Hariman.