Berita Utama Koran Tempo yang menarik hari ini adalah mengenai penetapan sebagai tersangka, Djoko Suprapto, penemu ‘Blue Energy‘, karena diduga melakukan penipuan pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ini tentu saja memprihatikan, bagaimana mungkin SBY percaya begitu saja pada seseorang tanpa melakukan cross-check rekam jejak yang bersangkutan. Dengan penetapan polisi ini, apa SBY tidak malu? (Berita No. 5).

1. Kejaksaan Minta David Nusa Dipulangkan

    Surat cekal baru telah diterbitkan kemarin.
    JAKARTA – Kejaksaan Agung meminta David Nusa Wijaya, terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia senilai Rp 1,29 triliun, segera dipulangkan ke Tanah Air. “Kami ingin dia dikembalikan,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto kemarin.
    Menurut Wisnu, setiap narapidana yang menjalani pembebasan bersyarat tidak boleh ke luar negeri. Karena itu, keberadaan David di Hong Kong melanggar Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2007 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Asimilasi Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.
    Pasal 16 ayat 4 peraturan itu menyebutkan, narapidana selama menjalani pembebasan bersyarat tidak diperbolehkan bepergian ke luar negeri kecuali mendapat izin Menteri Hukum. “Saya tidak tahu, sudah izin atau belum,” kata Wisnu.
    David, Rabu malam lalu, sempat ditangkap dan ditahan petugas imigrasi sekitar dua jam di bandar udara Hong Kong. Namun, bekas Direktur Utama Bank Umum Servitia ini akhirnya dibebaskan karena mengantongi surat bebas pencekalan dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Untung Sugiono juga menyatakan status David saat ini adalah bebas bersyarat (Koran Tempo, 10 Juli 2008).

2. KPK Geledah Ruang Bulyan Royan

    Penyidik belum menemukan bukti transfer uang.
    JAKARTA — Para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin menggeledah ruang kerja Bulyan Royan, anggota Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat, di lantai 22 gedung Nusantara I. Pemeriksaan oleh lima petugas itu disaksikan Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Irsyad Sudiro dan perwakilan dari Komisi Hukum.
    “Mereka minta diizinkan,” kata Irsyad kepada Tempo di depan ruangan Bulyan Royan. Sebelum penggeledahan, Irsyad melakukan pengecekan untuk memastikan pintu ruang kerja Bulyan tidak terkunci.
    Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan terhadap kasus dugaan suap yang diterima Bulyan. Lelaki itu ditangkap di Plaza Senayan, Jakarta. Uang sogokan sebanyak US$ 66 ribu dan 5.500 euro itu diduga berkaitan dengan proyek pengadaan 20 unit kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan.
    Selain memeriksa ruang kerja Bulyan, pada saat bersamaan sepuluh penyidik menggeledah ruang Sekretariat Komisi Perhubungan DPR di gedung Nusantara II. Mereka masuk ruangan itu sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung sibuk memeriksa sejumlah arsip dan dokumen. Dua petugas dari satuan Brigade Mobil Polri juga tampak berjaga di depan ruangan yang digeledah.

3. Menteri Harus Jelaskan Perginya David Nusa

    “Kasus perginya D.L. Sitorus (dari penjara) belum selesai, sekarang muncul lagi David Nusa,” katanya kepada Tempo tadi malam.
    Jakarta – Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Gayus Lumbuun, mengancam memanggil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalata dalam rapat khusus jika hingga hari ini tak menjelaskan ihwal perginya terpidana kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), David Nusa Wijaya, ke Hong Kong.
    Menurut Gayus, keberadaan David Nusa di luar negeri menambah daftar merah Departemen Hukum, terutama pada urusan lembaga pemasyarakatan. “Kasus perginya D.L. Sitorus (dari penjara) belum selesai, sekarang muncul lagi David Nusa,” katanya kepada Tempo tadi malam.

4. Listrik Sebagian Jakarta Mulai Padam

    “Kalau pemerintah punya target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, mengapa tidak siap dengan pasokan listrik?”
    JAKARTA –Sesuai dengan rencana awal, mulai hari ini PLN akan memadamkan listrik secara bergilir di Jakarta. Pemadaman yang berlangsung tujuh jam itu bermula dari sebagian wilayah di Jakarta Barat.
    “Pemadaman tetap dilakukan karena tidak ada upaya penghematan dari masyarakat dalam beberapa hari ini,” kata Deputi Komunikasi PLN Distribusi Jakarta Raya-Tangerang Azwar Lubis ketika dihubungi kemarin.
    Menurut Azwar, penghematan diperlukan karena pasokan listrik Jakarta akan berkurang 150 megawatt dari total 5.000 megawatt dalam tempo dua pekan mulai hari ini hingga 25 Juli. Penyebabnya, pasokan gas dari BP West Java ke dua pembangkit di Muara Karang dan Tanjung Priok terhalang oleh perbaikan instalasi.

5. Penemu Blue Energy Jadi Tersangka

    “Seharusnya kami langsung menangkap Djoko. Namun, karena sakit, tidak jadi,” ujar Teguh kemarin.
    YOGYAKARTA — Setelah menggelar pemeriksaan Rabu lalu, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan Djoko Suprapto, orang yang mengklaim menemukan energi alternatif murah berbahan dasar air (blue energy), sebagai tersangka kasus penipuan.
    Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Yogyakarta Ajun Komisaris Teguh Wahono mengatakan penetapan itu atas dasar keterangan saksi-saksi, baik saksi pelapor maupun saksi ahli. Selain itu, bukti permulaan sudah cukup kuat. “Seharusnya kami langsung menangkap Djoko. Namun, karena sakit, tidak jadi,” ujar Teguh kemarin.
    Menurut dia, dalam pemeriksaan di kediaman Djoko di Dusun Turi, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pihaknya sempat memanggil dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Dari situ diketahui, Djoko sakit jantung dan sangat riskan jika dibawa ke Yogyakarta. “Selanjutnya, jika Djoko sembuh, akan langsung dilakukan penangkapan,” katanya.
    Menurut Teguh, Djoko diduga kuat telah melakukan penipuan pembangunan pembangkit listrik Jodhipati, yang merugikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta senilai Rp 1,5 miliar. Dalam laporan universitas itu, Djoko menjanjikan pembangkit listrik itu bisa menghasilkan daya 3 megawatt. Namun, setelah ditunggu-tunggu, alat tersebut ternyata tidak bisa difungsikan.