Dari 8 berita utama Kompas hari ini, hal yang menarik perhatian saya adalah profil para tersangka teroris bom Palembang yang ditangkap seminggu lalu dan menjadi berita sejak 3 Juli. Diduga Noordin M. Top dan Al Jamaah Al Islamiyah (JI) berada di belakangnya. Jika menelisik sejarah peradaban manusia sejak jaman baheula, peristiwa-peristiwa besar yang menjadi catatan sejarah, baik ataupun buruk, lebih ditentukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, atau setidak-tidaknya punya akses terhadap kekuasaan. Coba kita telisik para tersangka teroris bahkan sampai kepada Noordin Top sendiri, siapa mereka? Atau bahkan yang dituduh biangnya teroris dunia, Osama bin Laden? Lebih banyak sisi misterinya daripada yang terang benderang. Mungkinkah ada aktor intelektual yang mengendalikan mereka yang memiliki [akses terhadap] kekuasaan yang kuat? Hanya Tuhan yang tahu dan waktu jualah yang akan membuktikannya!

1. Pembukaan PON XVII Hambar : Pengamanan Ketat, Bendera Kecil Pun Diperiksa

    Samarinda, Kompas – Meskipun lancar dan digelar di stadion megah, acara pembukaan PON XVII 2008 di Stadion Utama Kalimantan Timur, Palaran, Samarinda, Sabtu (5/7) malam, terasa hambar. Hampir seluruh mata acara bersifat seremonial sehingga terkesan kaku dan monoton.
    Koreografi ”Polah Gaya” garapan Djaduk Ferianto dengan 920 penari tak banyak menolong.
    Ditonton 30.000 warga Samarinda dan sekitarnya, pembukaan PON XVII 2008— yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—itu tidak menyajikan acara spektakuler meski tata cahaya yang disediakan berkekuatan hingga 4 juta watt. Urutan acara tak berbeda dengan penyelenggaraan PON- PON sebelumnya.
    Atraksi drumben dari grup Pupuk Kaltim mengawali acara yang kemudian diikuti dengan defile kontingen dari 33 provinsi sebelum Presiden— yang didampingi Ny Ani Yudhoyono— membuka secara resmi kegiatan olahraga empat tahunan itu dengan membunyikan sirene tepat pukul 20.19 Wita.
    Defile 33 kontingen yang menjadi peserta PON kali ini diawali oleh tiga maskot, yaitu burung enggang yang merupakan maskot untuk cabang olahraga udara, pesut untuk olahraga air, dan orang utan untuk olahraga darat.

2. Wapres: Perekonomian Berjalan : Semua Proyek Infrastruktur Selesai Sesuai Jadwal

    Jakarta, Kompas – Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis tudingan sejumlah pihak yang menyatakan pemerintahan tak berjalan akibat kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Semua proyek infrastruktur berjalan baik sesuai dengan jadwal.
    Hal itu ditegaskan Wapres Jusuf Kalla menjawab pers seusai mengakhiri peninjauannya ke Terminal III Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (5/7).
    Sejak pagi hingga siang hari, Wapres meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur, seperti Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta seksi W-1 Kebon Jeruk-Penjaringan, pelebaran dan peninggian badan jalan menuju bandara, Jalan Tol Sedyatmo, rumah susun sederhana milik (rusunami), pembangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kertaraharja Tangerang, hingga pembangunan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta.
    Dalam peninjauan itu, Wapres Kalla didampingi sejumlah menteri, di antaranya Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, dan sejumlah pejabat lain.

3. Terorisme : Berawal dari Tukang Sayur dan Karyawan Toko Optik di Kudus

    Palembang, Kompas – Sayuti, istri tersangka terorisme Fajar Taslim alias Omar (36) di Palembang, Sumatera Selatan, mengaku tak pernah tahu bahwa suaminya adalah warga negara Singapura, seperti yang disebut polisi. Pasangan suami-istri itu bertemu di kota Kudus, Jawa Tengah.
    Pascapenangkapan Omar sejak tujuh hari lalu, Sayuti menunggu kepastian waktu untuk menjenguk suaminya itu.
    Sayuti, yang ditemui di rumahnya di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Sabtu (5/7), mengaku mengenal Fajar Taslim sejak tahun 2002 di Kudus.
    Ketika itu mereka sama-sama berjualan di pasar di Kudus. Sayuti berjualan sayur, sedangkan Fajar Taslim bekerja di toko optik. Kemudian, pada awal tahun 2003 mereka menikah di Rembang, Jateng, kampung asal Sayuti. Ketika Sayuti hamil tujuh bulan pada awal tahun 2005, suaminya mengajak Sayuti pindah ke Palembang, dengan alasan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

4. Cuaca : Sungai Ampal Meluap, Balikpapan Banjir Besar

    Balikpapapan, Kompas – Akibat hujan lebat dan luapan Sungai Ampal yang berlangsung seharian sejak Sabtu (5/7) pagi, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dilanda banjir besar. Lebih dari seribu rumah yang dihuni sekitar 4.900 jiwa di lima kelurahan di Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan terendam air setinggi 30 sentimeter hingga 1 meter.
    Ribuan rumah yang terendam air tersebut sebagian besar berada di sekitar Daerah Aliran Sungai Ampal.
    Selain membanjiri perumahan warga, luapan sungai sepanjang 5 kilometer juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan ikut terendam, seperti Jalan MT Haryono setinggi 75 sentimeter.
    Sejumlah petugas penyelamatan (SAR) Balikpapan menurunkan perahu karet untuk mengungsikan warga yang terjebak di beberapa gang perumahan. Sebagian warga mengungsi ke tempat yang aman dengan membawa pakaian seadanya.

5. Pilkada Jatim : Menelisik Anatomi Persinggungan Antarcalon

    SUBHAN SD
    Pernyataan ”siap menang dan siap kalah” yang diikrarkan lima pasangan calon yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2008 menjadi catatan amat penting. Dalam kancah pilkada yang kerap memantik konflik berkepanjangan, ikrar itu semestinya tak sekadar verbalistis, tetapi harus menjadi garansi politik yang wajib diwujudkan.
    Lima pasangan calon yang lolos dan berikrar adalah Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono atau Kaji (Koalisi Jatim Bangkit), Sutjipto-Ridwan Hisjam atau SR (PDI-P), Soenarjo-Ali Maschan Moesa atau Salam (Partai Golkar), Achmady-Suhartono atau Achsan (PKB), dan Soekarwo-Saifullah Yusuf atau Karsa (PAN dan Demokrat).
    Khofifah, Achmady, dan Soekarwo secara tegas menyatakan akan menerima hasil pilkada. Sutjipto dan Soenarjo mengingatkan agar proses pilkada benar-benar bersih, fair, tanpa intervensi pihak mana pun.
    Secara personal, hubungan antarcalon terlihat begitu cair. Bahkan, dalam setiap pertemuan, guyonan khas Jawa Timur menjadi cara berkomunikasi di antara mereka. Akan tetapi, seperti halnya sebuah pertandingan, setiap kubu menyimpan strategi, taktik, trik. Di Jatim, persaingan atau ”perseteruan” di antara calon rasanya sudah bukan rahasia. Contoh, persaingan dua calon yang boleh dikata dijagokan banyak pihak, Soenarjo dan Soekarwo, sudah terjadi bahkan ketika ”sekantor”. Soenarjo adalah Wakil Gubernur Jatim dan Soekarwo Sekretaris Daerah Jatim. Keduanya mundur nyaris bersamaan seiring pencalonan itu. Makin runyam, karena kelihatannya di mata publik, Soekarwo lebih direstui Gubernur Imam Utomo.

6. jepang : Ribuan Orang Memprotes KTT G-8

    sapporo, sabtu – Sedikitnya 3.000 orang menggelar protes, Sabtu (5/7) di Sapporo, Jepang, menjelang pertemuan pemimpin Grup 8 atau G-8 pada 7-9 Juli. Mereka menyerukan keprihatinan mengenai melejitnya harga bahan pangan dan perubahan iklim.
    Aksi turun ke jalan selama 1,5 jam oleh aktivis, petani, dan organisasi nonpemerintah itu dikawal ketat aparat keamanan. Mereka menabuh genderang dan membawa spanduk warna-warni bertuliskan ”Bubarkan G-8”. Mereka juga meneriakkan slogan ”Kami menentang pertemuan negara-negara kaya”.
    ”Mereka memaksakan kebijakannya kepada kami. Saya harap mereka akan mendengarkan dan mewakili suara rakyat yang tinggal di sini serta tidak mementingkan diri sendiri,” kata Mizuho Tsuboi, petani dari Hokkaido.
    Aktivis Oxfam International memperingatkan dampak melejitnya harga bahan pangan dan perubahan iklim terhadap kemiskinan. ”Ini bukan waktunya berlibur. Ini waktunya memilah masalah,” kata Lucy Brinicombe dari Oxfam International.
    KTT G-8, yang mempertemukan pemimpin Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat, telah menjadi magnet bagi para pemrotes di seluruh dunia. Aksi kekerasan mewarnai protes terhadap KTT G-8 tahun lalu di Jerman saat para aktivis melemparkan bom molotov dan batu.

7. Jakarnaval, Pesta yang Menghibur Rakyat : Prijanto: Akan Dijadikan Agenda Pariwisata Jakarta

    Jakarta, Kompas – Pesta kembang api, aneka tarian dan musik daerah, mobil hias sampai pawai sepeda ontel, serta mobil kuno. Itulah mata acara Jakarnaval, karnaval untuk memperingati hari ulang tahun Jakarta yang digelar hari Sabtu (5/7) malam, yang benar-benar menjadi pesta hiburan rakyat.
    Bukan hanya warga Jakarta yang menikmati Jakarnaval yang dimulai pukul 19.00 itu. ”Kami datang ke sini untuk menonton karnaval. Bagus sekali. Lebih semarak dibandingkan tahun lalu,” kata Rohman (38), warga Soreang, Bandung Selatan, Jawa Barat, yang datang bersama 12 anggota keluarganya.
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, ketika membuka Jakarnaval di depan Balaikota DKI, mengatakan, acara ini dapat menumbuhkan rasa cinta seni dan budaya, serta merupakan agenda wisata kota Jakarta.
    Ketua Panitia Jakarnaval 2008 Pinondang Simanjuntak, yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, mengatakan, tahun depan, Jakarnaval akan dikemas dan diperluas sehingga menjadi salah satu atraksi wisata Jakarta.

8. Komunikasi : Gurihnya Iklan Politik

    Budi Suwarna & Jimmy S Harianto
    Sejak pemilihan presiden dan kepala daerah dilakukan secara langsung, para politikus berlomba-lomba mengiklankan diri agar populer. Apakah rakyat diuntungkan dengan fenomena ini? Yang jelas, yang untung adalah media dan perancang iklan.
    Ruang publik belakangan ini dikepung iklan para politikus. Baliho dan spanduk bergambar tokoh politik bertebaran di mana-mana. Slogan seperti ”Ombak Besar pun Dia Berani”, ”Hidup adalah Perbuatan”, dan lain-lain duduk berdampingan dengan slogan iklan pulsa termurah.
    Iklan politik juga semakin ramai di layar kaca. Pada jam- jam tertentu, iklan semacam itu bermunculan silih berganti. Ini tidak hanya dilakukan oleh politikus yang akan bertarung dalam pemilu. Yang belum mencalonkan pun memasang iklan. Bahkan, mungkin paling banyak.