Benang merah pemberitaan koran-koran nasional nampaknya kasus Bulyan Royan. Kompas, Koran Tempo dan Republika memasukkannya dalam berita utama. Yang berbeda dari Republika adalah berita mengenai ‘tobatnya’ jamaah Ahmadiyah (butir 3) dan berita spesial mengenai Republika-Wapres. Khusus kasus Ahmadiyah tentunya sudut pandang Republika, jika Koran Tempo akan lain ‘warnanya’.  🙂

1. ‘Pejabat Dephub Juga Terima Fee’

    Nama-nama anggota DPR lain yang terlibat sudah di tangan KPK
    JAKARTA — Benarkah Bulyan Royan menerima uang suap seorang diri? Kamaruddin Simanjuntak, pengacara Dedi Suwarsono–pengusaha yang diduga menyuap Bulyan Royan–mengatakan masih ada anggota DPR yang lain terlibat.
    Uang yang diterima Bulyan, kata dia, adalah fee yang wajib disetorkan pemenang tender pengadaan kapal patroli kepada anggota DPR dan pejabat Departemen Perhubungan (Dephub). Besarnya 7-8 persen dari nilai proyek atau Rp 1,68 miliar.
    Dedi Suwarsono adalah dirut PT Bina Mina Karya Perkasa (BMKP), peserta tender 20 kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Nilainya Rp 120 miliar. Proyek itu dibagi dalam lima paket. Setiap paket terdiri atas empat kapal. Karena satu paket nilainya Rp 24 miliar, Kamaruddin mengatakan kliennya menyetor Rp 1,68 miliar.
    Selain PT BMKP, empat paket lainnya dimenangkan PT Febrite Fiberglass, PT Sarana Fiberindo Marina, PT Carita Boat Indonesia, dan PT Proskuneo Kadarusman. Mereka telah menandatangani kontrak pada 23 Mei 2008.

2. Pengusaha Kecil Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji

    JAKARTA — Pengusaha kecil mulai mengeluh akibat harga baru elpiji kemasan 12 kg. Apalagi, kenaikan harga di pasaran jauh melebihi yang dipatok Pertamina.
    Sebagai akibat kenaikan harga elpiji itu, ratusan pengrajin makanan ringan di Kab Gresik, Jawa Timur, mulai mengurangi karyawannya. ”Pengurangan tenaga kerja kami lakukan karena biaya operasional semakin tinggi. Sekarang elpiji 12 kg di agen mencapai Rp 70 ribu. Nanti kalau normal kembali, kami pekerjakan lagi mereka,” kata Ummi Kulsum, pengusaha camilan asal Desa Morowudi, Kec Cerme, Gresik, Rabu (2/7).
    Padahal, akibat kenaikan harga BBM akhir Mei lalu, pengrajin seperti dia sudah kesulitan mengambil untung. Sekarang, harga elpiji yang menjadi bahan bakar mengolah makanannya dinaikkan, setelah sebelumnya dilakukan program konversi minyak tanah ke gas.
    ”Kami menciptakan lapangan kerja buat saudara-saudara sendiri, kok pemerintah malah menciptakan orang melarat baru. Kalau begini caranya, kami pengusaha kecil, bisa melarat juga,” keluhnya.

3. Mereka Bertobat tanpa Paksaan

    Pasca diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Ahmadiyah, 9 Juni 2008 lalu, reaksi pro maupun kontra bermunculan. Di balik hiruk-pikuk itu, sebagian penganut Ahmadiyah di Sukabumi, Jawa Barat, mengikrarkan tobat dan kembali kepada ajaran Islam. Dari hari ke hari, jumlahnya terus bertambah.
    Pertobatan pertama penganut Ahmadiyah Desa/Kec Parakansalak, Kab Sukabumi –yang merupakan basis Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kab Sukabumi– dimulai Kamis malam (19/6). Saat itu, sekitar pukul 19.30 WIB, ratusan warga sudah berkumpul di Masjid Hubuttaqwa, untuk menyaksikan tobatnya lima anggota JAI.
    Sejumlah pejabat muspida turut hadir malam itu. Antara lain, Bupati Sukabumi, Sukmawijaya; Kepala Polres Sukabumi, AKBP Guntor Gaffar; Dandim 0607 Sukabumi; Majelis Ulama Indonesia (MUI); tokoh masyarakat, dan wartawan dari media cetak maupun elektronik yang sudah siap siaga mengabadikan peristiwa tersebut.

4. Polri Geledah Sekretariat KBI

    Adhyaksa tak setuju unjuk rasa mahasiswa diberangus.
    JAKARTA — Kantor Sekretariat Komite Bangkit Indonesia (KBI) yang terletak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (1/7), digeledah Mabes Polri. Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira, polisi menggeledah karena hendak mencari alat bukti. ”Alat bukti yang dicari adalah dokumen yang terkait dengan unjuk rasa di depan gedung DPR yang anarkis,” katanya, Rabu (2/7).
    Namun, Abubakar mengaku belum mendapatkan keterangan barang apa saja yang dibawa penyidik dari Sekretariat KBI. ”Besok, saya baru bisa menjelaskan, dokumen apa yang diperoleh penyidik,” katanya.
    Sebelumnya, Polri telah menahan Sekjen KBI, Ferry Yuliantono, sebagai tersangka unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang berakhir anarkis di depan DPR dan Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, Selasa (24/6). Polisi menangkap Ferry pada Jumat (27/6) sekitar pukul 18.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta setibanya dari Cina.

5. Wapres Terima Alumni Pelatihan Guru Telkom-Republika

    JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla, menyambut baik program pelatihan guru yang diselenggarakan PT Telkom Tbk bekerja sama dengan Harian Umum Republika. Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini dinilai tepat untuk meningkatkan pengetahuan guru mengingat ilmu pengetahuan ini senantiasa berkembang setiap saat.
    Apresiasi Wapres itu disampaikan langsung ketika menerima alumni peserta pelatihan guru angkatan kedua Telkom-Republika di Istana Wapres di Jakarta, kemarin (2/7). Di tengah-tengah kesibukannya, Wapres menerima sekitar 500 guru yang menjadi peserta pelatihan itu dengan didampingi di antaranya oleh Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, Dirut PT Republika Media Mandiri selaku penerbit Republika, Erick Thohir, dan Pemimpin Redaksi Republika, Ikhwanul Kiram Mashuri. ”Saya sangat menghargai program ini,” ujarnya saat memberikan pengarahan.
    Wapres menyadari pentingnya peranan guru untuk mencerdaskan masyarakat. Tanpa guru, diakuinya, dirinya tak akan bisa menjadi Wapres seperti sekarang. Karena itu pantas bila guru kerap disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa sebagai tanda penghormatan terhadap jasa-jasa guru. ”Karena tak ada orang lahir langsung pintar,” katanya.