Kasus korupsi BLBI terus menyeret nama-nama ‘korban’ baru, bergerak membesar seperti snowball. Setelah Menteri Paskah Suzetta, kini disebut nama baru Menteri M.S. Kaban. Setelah itu giliran siapa?

Koran Tempo juga memberitakan vonis penjara 9 tahun untuk pembantu Indonesia yang bekerja di Singapura karena dipersalahkan melakukan pembunuhan majikan. Tiada asap kalau tidak ada api!

1. KPK Segera Geledah DPR

    Penyuap Bulyan Royan ditangkap.
    JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono menyatakan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi segera menggeledah gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Tindakan itu dilakukan setelah KPK menangkap anggota Komisi Perhubungan DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, Bulyan Royan, Senin sore lalu.
    “Ketua KPK memberi tahu saya semalam (Senin malam), mungkin ada penggeledahan,” katanya kepada wartawan seusai rapat paripurna di gedung DPR kemarin. Namun, ia tak memerinci ruangan siapa saja yang akan digeledah. “Silakan saja supaya secepatnya dilakukan,” katanya.
    Bulyan ditangkap oleh KPK di Plaza Senayan, Jakarta, Senin sore, dengan barang bukti uang sekitar Rp 684 juta yang terbagi dalam dua mata uang, US$ 66 ribu dan 5.500 euro–bukan US$ 60 ribu dan 10 ribu euro seperti ditulis sebelumnya. Bulyan ditangkap setelah menerima transfer di sebuah money changer mal mewah itu.

2. Menteri Kaban Diduga Juga Terima Duit BI

    Sukowaluyo membantah menerima uang.
    JAKARTA — Selain Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, Menteri Kehutanan M.S. Kaban juga diduga mendapat suap dari Bank Indonesia.
    Hamka Yandhu, bekas Ketua Subkomisi Keuangan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat yang kini ditahan sebagai tersangka, mengungkap keterlibatan Kaban–satu-satunya anggota Partai Bulan Bintang di komisi bidang keuangan dan perbankan itu–saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada 28 April lalu.
    Buka-bukaan Hamka terdapat dalam dokumen berita acara pemeriksaan saat menjadi saksi untuk tersangka Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah. Koran ini memperoleh salinan dokumennya.

3. Janji Seorang Bulyan Royan

    “Saya ingin memperjuangkan kebenaran dalam segala aspek,” begitu janji Bulyan di awal kariernya sebagai politikus di Senayan.
    Dalam hiruk-pikuk di Senayan, nama Bulyan Royan jarang mencuri perhatian wartawan. Suara anggota Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat itu tak sekencang rekannya, Ade Daud Iswandi Nasution, di Komisi Pertahanan DPR, misalnya. Bulyan dan Ade berasal dari partai yang sama, yakni Partai Bintang Reformasi.

4. Harga Minyak Memicu Lonjakan Inflasi

    Angkanya masih di bawah perkiraan pelaku pasar.
    JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak pada Mei lalu mendorong terjadinya lonjakan harga barang-barang dan jasa secara umum sebesar 2,46 persen sepanjang bulan lalu.
    Menurut data Badan Pusat Statistik yang dilansir kemarin, inflasi Juni itu lebih tinggi 10 kali lipat dibanding Juni tahun lalu, yang hanya 0,23 persen.
    Kebijakan pemerintah menaikkan harga minyak sebesar rata-rata 28,4 persen menjadi pemicunya. “Ini gambaran penuh akibat kenaikan harga minyak,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ali Rosidi, kepada pers di Jakarta kemarin.
    Penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang naik 8,72 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan hanya 1,28 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,33 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,14 persen.
    Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi adalah bensin premium, yang naik 0,83 persen. “Selanjutnya, angkutan dalam kota 0,54 persen dan beras 0,10 persen,” ujar Ali.

5. Diduga Teroris, Dua Orang Ditangkap

    Keduanya ditangkap di rumah Bustaman Alamsyah di Jalan Dwikora II, Kelurahan Dua Puluh Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
    PALEMBANG – Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan Gegana Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kemarin menangkap dua orang yang diduga terlibat aksi terorisme. Mereka adalah Fauzi, 23 tahun, dan Wahyu, 32 tahun.
    Keduanya ditangkap di rumah Bustaman Alamsyah di Jalan Dwikora II, Kelurahan Dua Puluh Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penangkapan terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang elektronik dan gulungan kabel yang dikemas dalam kantong plastik.

6. Pembantu Asal Indonesia Divonis 9 Tahun Penjara

    Mohamed Muzammil Mohamed, pengacara Tri dari kantor hukum Muzammil Nizam & Partner, membenarkan kabar itu. Muzammil mengatakan kliennya dipidana bersalah melakukan pembunuhan.
    SINGAPURA — Pengadilan Tinggi Singapura kemarin memvonis hukuman kurungan sembilan tahun terhadap Tri Lestari, 22 tahun, seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia. Tri didakwa membunuh majikannya, Choy Ah Moy, 70 tahun, Agustus tahun lalu. Ahli forensik Dr Stephen Phang menyatakan Nonya Choy mati lemas akibat dibekap dengan bantal.
    Mohamed Muzammil Mohamed, pengacara Tri dari kantor hukum Muzammil Nizam & Partner, membenarkan kabar itu. Muzammil mengatakan kliennya dipidana bersalah melakukan pembunuhan. “Tri Lestari kehilangan kendali,” kata Muzammil kepada kantor berita Agence-France Presse.