Berita mengenai skandal Artalyta-Kejaksaan Agung ternyata masih menarik apalagi sekarang Artalyta mulai menyeret-nyeret nama lainnya, kenapa ga dibuka saja mbak semuanya, dengan siapa saja pernah berhubungan/komunikasi mulai dari kasus BLBI bergulir? Jangan-jangan ada pejabat Pemerintah penting yang sekarang aktif juga terlibat! 🙂

Yang juga menarik adalah kemelut PKB yang terus berputar-putar. Kata teman saya yang juga orang NU, PKB itu singkatan Partai Keluarga Besar.  🙂

1. Artalyta Sebut Nama Hakim Agung

    Artalyta enggan menyebut pejabat yang dipanggilnya ‘Pak’.
    JAKARTA — Semakin banyak nama yang muncul dari sidang kasus suap Artalyta Suryani-Urip Tri Gunawan. Setelah sejumlah petinggi Kejaksaan Agung (Kejakgung), giliran dua hakim agung dan sejumlah pejabat Mahkamah Agung (MA) serta pejabat yang oleh Artalyta disapa ‘Pak’.
    Nama-nama itu terungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (30/6). Dua hakim agung yang disebut Artalyta adalah Paulus Effendi Lotulung dan Marina Sidabutar. Adapun siapa yang disebutnya ‘Pak’, Artalyta berkeras tak mau mengungkapnya.

    Nama hakim agung terselip dalam rekaman pembicaraan Artalyta dengan Fem–seorang wanita di Singapura. Pada pembicaraan yang disadap pada Sabtu (1/3), pukul 10.08 WIB, Artalyta dan Fem membicarakan kasus PT Nusa Mineral Utama (NMU).

2. Abdi Bangsa Right Issue Senilai Rp 67,5 Miliar

    JAKARTA — Pemegang saham PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA)–penerbit Harian Umum Republika–menyetujui rencana right issue IV sebanyak 18 persen saham senilai Rp 67,5 miliar. Usai right issue yang ditargetkan tuntas Juli 2008, ABBA akan mengakuisisi dua perusahaan media, yakni PT Radionet Cipta Karya dan PT Praisindo Teknologi.
    Untuk akuisisi ini, digunakan dana hasil right issue sebesar Rp 32,5 miliar. Rinciannya, Rp 30 miliar untuk akuisisi 20,8 persen saham PT Radionet Cipta Karya dan Rp 2,5 miliar akuisisi 60 persen saham PT Praisindo Teknologi.
    Sementara itu, Rp 20 miliar dana hasil right issue akan dipakai untuk penyertaan modal di PT Republika Media Mandiri (penerbit Harian Umum Republika) dan PT Avabanindo Perkasa (Mahaka Advertising). Sisa dana sebesar Rp 15 miliar akan digunakan untuk modal kerja ABBA. Dirut ABBA, Erick Thohir, mengatakan, proses akuisisi itu penting guna menciptakan bisnis media multiplatform. Radionet merupakan jaringan radio terbesar yang mapan sejak 1970-an dengan aset 27 stasiun radio, antara lain, Prambors, Delta, dan Female. Sedangkan, Praisindo adalah perusahaan teknologi informasi yang mendapat banyak penghargaan.

3. Akhir Penantian Panjang Spanyol

    WINA — Penantian panjang Spanyol selama 44 tahun akhirnya berakhir setelah tim berjuluk La Furio Roja itu berhasil meraih juara Euro 2008 dengan mengalahkan Jerman 1-0 di Stadion Ernst Happel, Ahad (29/6) waktu setempat atau Senin (30/6) dini hari, lewat gol tunggal Fernando Torres menit ke-33. Trofi tersebut sekaligus menjadi kado perpisahan bagi Luis Aragones, pelatih Spanyol, yang memutuskan membesut Fenerbahce setelah tidak mendapat perpanjangan kontrak dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
    ”Setelah 44 tahun, kami akhirnya kembali merasakan gelar juara. Ini benar-benar luar biasa,” ujar Cesc Fabregas, winger Spanyol yang merumput di Arsenal.
    Spanyol kali pertama sekaligus terakhir menjadi juara Eropa pada 1964. Namun sejak saat itu, sepak bola Spanyol seperti terkena ‘kutukan hitam’ tiap kali tampil di turnamen internasional. Tim Matador selalu kandas di babak perempat final, seperti saat Piala Dunia 1986 dan 2002 serta Euro 1996. Suporter Spanyol berupaya mengusir ‘kutukan hitam’ dengan mengenakan kaus bertuliskan ‘Kami bisa melewati perempat final’ sepanjang Euro 2008.

4. Dua MLB PKB Dinyatakan tak Sah

    Pemerintah menghormati putusan pengadilan untuk menentukan pengurus DPP PKB.
    JAKARTA — Konflik internal di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasuki babak baru. Dua Musyawarah Luar Biasa (MLB) yang diselenggarakan oleh DPP PKB kubu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Parung, Bogor, dan DPP PKB kubu Muhaimin Iskandar di Ancol dinyatakan tak sah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam persidangan yang digelar Senin (30/6), majelis hakim memutuskan, Muhaimin Iskandar tetap sebagai ketua umum Dewan Tanfidz PKB dan Lukman Edy sebagai sekjennya sesuai hasil MLB II yang digelar di Semarang pada 2005 lalu.
    Menurut Ketua Majelis Hakim, Syahrial Siddiq, MLB yang digelar kubu Gus Dur di Parung, Bogor, tidak sah karena tidak dihadiri Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB, Muhaimin Iskandar. ”Ini melanggar AD/ART PKB Pasal 40 dan UU No 2/2008 tentang Partai Politik yang menyatakan MLB harus dihadiri oleh Dewan Syuro ataupun Dewan Tanfidz,” ujar hakim.
    Begitu juga dengan MLB yang digelar kubu Muhaimin di Ancol, Jakarta. MLB ini tak sah karena tak dihadiri oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid. ”Kedua muktamar dinyatakan tak sah,” tegas hakim.