Koran republika hari ini mengusung 4 isu utama, 2 diantaranya berita politik. Menjelang pemilu kampanye politik making gencar, Akbar Tanjung terlihat makin aktif menaikkan popularitasnya, terutama setelah kekalahan Golkar di pilgub Jateng. Satu berita politik lainnya adalah sorotan terhadap popularitas SBY yang makin menurun.

1. TNI AU Nilai Ada Keanehan : Seluruh jenazah telah dievakuasi.

    JAKARTA — Jatuhnya pesawat Cassa N212-100 milik TNI AU di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/6) lalu, belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, ditemukan keanehan dalam kecelakaan itu.
    Wakil Kepala Staf TNI AU, Marsekal Madya I Gusti Made Oka, menyebut keanehan itu, di antaranya adalah kondisi pesawat tidak sedang bermasalah, cuaca bagus, dan awak pesawat terlatih. Pemotretan udara juga misi yang aman.
    ”Sejauh ini, pesawat diketahui dalam kondisi baik. TNI AU akan mengevaluasi secara lengkap kasus ini karena ada beberapa hal yang aneh itu,” katanya di lapangan Kampung Curug Luhur, Desa Gunung Malang, Kec Tenjolaya, Bogor, Ahad (29/6).

2. Jelang Harga Naik, Permintaan Elpiji Meningkat

    JAKARTA — Mulai besok, Pertamina menaikkan harga elpiji ukuran tabung 12 kg. Menjelang kenaikan itu, permintaan elpiji cenderung meningkat, meski pasokan masih aman.
    ”Sampai sekarang, suplai masih ada,” kata Muchtader, pemilik agen gas Agita di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (29/6).
    Dia mengaku tidak kaget dengan rencana kenaikan elpiji kemasan 12 kg itu. Sebab, pascakenaikan harga BBM, Muchtader telah menaikkan harga elpiji sebesar Rp 1.000. ”Kami mengikuti harga BBM saja.”
    Saat ini, harga dari agen untuk tabung 12 kg adalah Rp 52 ribu. ”Kalau awal Juli nanti naik, di pasaran bakal tembus Rp 75 ribu.”

3. Popularitas Presiden di Titik Terendah : Masalah ekonomi jadi sumber ketidakpuasan tertinggi.

    JAKARTA–Rontok sudah popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surve nasional terbaru dari Indo Barometer Juni 2008 memperlihatkan, hanya 36,3 persen masyarakat (responden survei) yang puas terhadap kinerja Presiden. Level ini menjadi titik terendah popularitasnya selama memimpin.
    Penyebabnya, apalagi kalau bukan kenaikan harga BBM Mei lalu. ”Kenaikan harga BBM berdampak sangat buruk terhadap kepuasan dan peluang terpilihnya SBY tahun depan, popularitas SBY turun sampai 20 persen dari Desember 2007,” kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, dalam jumpa pers ‘SBY-JK Tergelincir BBM’, Ahad (29/6) siang.
    Indo Barometer pernah mengadakan survei serupa pada Mei dan Desember 2007. Mei 2007, popularitas Presiden masih 50,3 persen. Desember 2007 popularitasnya malah melesat ke 55,6 persen. Namun, gara-gara BBM, popularitas tinggi itu akhirnya tumbang juga.
    Hasil survei lembaga lain, Lembaga Riset Informasi (LRI) Mei lalu juga menyatakan hal yang sama, dengan angka tak jauh berbeda. Mei lalu, popularitas SBY sudah anjlok menjadi 35,60 persen dari survei Desember 2007 yang masih 44 persen.

4. Akbar: Golkar Sebaiknya Fokus pada Pemilu 2009

    YOGYAKARTA—Kekalahan Partai Golkar dalam pilkada di beberapa daerah, menurut mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, penting untuk dievaluasi. Namun, ia menyarankan Partai Golkar sebaiknya lebih fokus pada Pemilu 2009 daripada pilkada yang masih tersisa.
    “Menurut saya, Partai Golkar sebaiknya lebih fokus pada pemilu mendatang, terutama untuk agenda politik yang tidak kalah penting secara nasional, yaitu pemilu legislatif untuk memilih wakil rakyat di DPR,” kata Akbar seusai melepas acara sepeda santai yang diselenggarakan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Alun-alun Utara Yogyakarta, Ahad (29/6).
    Akbar mengatakan, saat ini DPR memiliki posisi penting dan strategis, di mana banyak produk hukum yang dihasilkan atau ditetapkan melalui keputusan DPR.