Topik utama Kompas hari ini mengangkat kecelakaan pesawat udara milik TNI AU Casa-212 yang ditemukan 2 hari lalu, dari 8 berita utama topik ini mengambil porsi 3 judul. Isu lain bervariasi mengenai, jurnalisme, politik, budaya, sosok dan peristiwa serta ekspedisi.

1. Evakuasi Lewat Darat : Medan Terjal dan Kabut Tebal Kendala Pertolongan

    Bogor, Kompas – Evakuasi 18 jenazah korban pesawat CASA-212 yang jatuh di Tegal Lilin, Gunung Malang, Tenjojaya, Kabupaten Bogor dipastikan melalui darat Minggu (29/6) dini hari. Keputusan ini berdasar koordinasi TNI AU, TNI AD, Pemerintah Kecamatan Tenjojaya, Badan SAR Nasional, dan Polres Bogor.
    Keputusan ini diambil karena lokasi jatuhnya pesawat pada Kamis (26/6) di tengah hutan, medan terjal, dan kabut tebal sehingga evakuasi melalui udara sulit dilakukan.
    Evakuasi dilakukan dini hari untuk mencegah kondisi jenazah memburuk. Evakuasi melalui darat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam.

2. Kecelakaan : Solidaritas Membuatnya Tidak Mengenal Lelah

    Rombongan beranggotakan 150 orang, terdiri dari Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, Badan SAR Nasional, dan para sukarelawan, mulai membelah dinginnya rimba Gunung Salak, Sabtu (28/6) pukul 06.00. Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, yang menjadi pusat komunikasi, makin lama makin terlihat jauh.
    Pohon-pohon pinus yang menari tersapu angin menyambut rombongan. Hujan pada malam sebelumnya membuat jalan setapak di bawah hutan pinus itu licin. Sesekali terdengar beberapa tentara menyanyi atau meneriakkan yel untuk memompa semangat.
    Perjalanan mulai bertambah berat selepas hutan pinus dan masuk ke tanaman perdu. Jalan menanjak seolah tidak memberi kesempatan kepada anggota rombongan untuk sejenak bernapas. Setelah satu jam perjalanan, satu per satu anggota rombongan mulai menepikan diri dan berselonjor. Canda yang sebelumnya gencar terdengar juga makin berkurang.

3. Menunggu dengan Cemas : Di Malang, Taman Makam Pahlawan Suropati Disiapkan

    Jakarta, Kompas – Para keluarga korban tewas akibat jatuhnya pesawat TNI AU Casa 212 di lereng Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunggu kedatangan jenazah keluarga mereka dengan rasa cemas. Medan yang terjal dan kabut tebal menghalangi evakuasi ke-18 jenazah korban kecelakaan pesawat tersebut.
    Sejak Sabtu (28/6) pagi hingga malam, keluarga Letnan Kolonel Supriadi berkumpul di sebuah rumah di Jalan Cendrawasih I, Kompleks Rajawali Nomor 11 K, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Rumah tersebut adalah kediaman Supriadi, salah satu dari 18 korban jatuhnya pesawat Casa 212 di Gunung Salak, Bogor, Kamis (26/6).
    Sebuah tenda terlihat didirikan di depan rumah keluarga Letkol Supriadi. Beberapa karangan bunga juga tampak diletakkan berjejer dekat rumah duka, antara lain dikirim oleh Menteri Perekonomian, Direktorat Jenderal Anggaran, dan alumni SMA 1 Kudus angkatan 1976. Supriadi beristrikan Yetti Susilowati yang juga salah satu staf Menteri Perekonomian.

4. ekspedisi : Atas Nama Pulau “Terdepan” Nusantara

    Awal perjalanan menuju Pulau Sibarubaru, pulau kecil di ujung selatan gugusan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, meleset dari rencana semula. Pesawat perintis yang akan membawa tim komando langsung (Kodal) I Ekspedisi Garis Depan Nusantara-Wanadri menyeberang Selat Mentawai menuju Pulau Sipora telah dicarter rombongan turis asing.
    Rencana pun berubah, menumpang kapal motor penyeberangan (KMP) yang paling cepat berangkat. Pilihan jatuh pada KMP Ambu Ambu milik PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) yang berangkat setiap Kamis sore dari dermaga Bungus, Padang, menuju Sikakap, ibu kota Kecamatan Pagai Utara. Terbayang di benak, perjalanan menembus selat yang sedang bergolak selama 12 jam atau lebih.
    Keuntungan rute itu, memperpendek jarak ke Sibarubaru; salah satu dari 92 pulau terluar yang hendak dikunjungi tim ekspedisi.

5. Ormas : Wapres: Hindari Pemimpin Pemarah

    Jakarta, Kompas – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, pemimpin yang membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa pemarah terlebih dengan alasan agama harus dihindari. Untuk mewujudkan negara yang rakyatnya diperlakukan adil dan makmur, diperlukan kerja keras, kedamaian, keikhlasan, dan kecerdasan.
    ”Marilah kita menghindari kepemimpinan yang membawa bangsa ini menjadi bangsa pemarah. Apabila kita sebagai pemimpin umat salah memberikan fatwa, memberikan dorongan, memberikan kepemimpinan, memberikan arahan, agama dapat dijadikan alasan untuk keras, radikal, merusak,” ujar Wapres saat membuka Musyawarah Kubro nasional Jam’iyyah Alith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (28/6).

6. UrbanFest Mendapat Sambutan Antusias : Jadi Ajang Unjuk Kebolehan dan Kreativitas Anak Muda

    JAKARTA, KOMPAS – Pergelaran budaya anak muda, UrbanFest 2008, Sabtu (28/6) di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, disambut antusias kalangan anak muda dan masyarakat luas. Ribuan pengunjung sejak pagi hingga malam terus berdatangan. Ajang ekspresi anak muda yang menggairahkan ini akan berakhir pada Minggu (29/6) malam.
    Walaupun berbagai pertunjukan sudah berjalan sejak Sabtu pagi, prosesi pembukaan UrbanFest 2008 baru dilakukan malam seusai rehat shalat maghrib.
    Pembukaan ditandai dengan membuat grafiti di kanvas oleh Komunitas Grafitti dan dilanjutkan oleh CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, Direktur Utama Ancol Budi Karya Sumadi, serta Ketua Panitia Penyelenggara Nugroho F Yudho.

7. pertunjukan : Konser untuk Ultah Mandela

    London, sabtu – Artis-artis dunia memeriahkan konser yang dipersembahkan bagi ulang tahun Nelson Mandela, ikon anti-apartheid dan penerima Nobel Perdamaian, di Hyde Park, London, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (28/6) WIB. Mandela akan berusia 90 tahun pada 18 Juli.
    Aktor Will Smith, penyanyi Leona Lewis, Annie Lennox, Amy Winehouse, Queen, pembalap Formula 1 Lewis Hamilton, dan sederet bintang top dunia menghibur 46.664 penonton yang hadir dalam konser tersebut. Dua puluh tahun lalu, saat Mandela berusia 70 tahun, konser serupa digelar di Stadion Wembley untuk menekan otoritas Afrika Selatan agar membebaskan Mandela.
    Setelah penonton menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Mandela tampil ke panggung. Dia tampak lemah dan harus dibantu naik ke panggung oleh istrinya, Graca Machel. Namun, pidato singkatnya disambut gemuruh tepuk tangan.

8. Jurnalisme Warga : Halo, Publik Ingin Bicara

    Budi Suwarna
    Peristiwa besar apa yang sekarang bisa luput dari pantauan media? Jika reporter ”kecolongan” sebuah peristiwa, media masih bisa berharap ada warga yang mencatat dan merekam peristiwa tersebut. Inilah zaman khalayak bisa berperan sebagai jurnalis.
    Anda mungkin masih ingat bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam akhir tahun 2004. Banyak orang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Aceh hingga sebuah rekaman video amatir ditayangkan Metro TV.
    Gambar yang diambil Hasyim Mulyadi, juru gambar acara perkawinan di Banda Aceh, itu sangat dramatis. Kita bisa menyaksikan bagaimana air bah menyapu jalan yang tampak lengang, tiang listrik, rumah- rumah, kendaraan, dan manusia hingga ke depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Tiba-tiba saja bencana besar itu hadir di layar kaca sebagai tontonan yang tragis.