Hari ini Koran Tempo masih menyoroti masalah politik dan hukum yang menyangkut isu kenaikan BBM dan skandal Kejaksaaan Agung. Topik lain adalah mengenai kecelakaan pesawat udara milik TNI-AU Casa NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia (Nurtanio) serta TKI.

1. Disebut Sontoloyo, Para Menteri Cuek

    Dua menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu dari kalangan partai politik yang dikritik oleh Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar mengaku tak ambil pusing.
    JAKARTA — Dua menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu dari kalangan partai politik yang dikritik oleh Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar mengaku tak ambil pusing. Mereka adalah Menteri Pertanian Anton Apriyantono dari Partai Keadilan Sejahtera, dan Menteri Negara Koperasi dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Suryadharma Ali dari Partai Persatuan Pembangunan.
    “Nggak apa-apa. Kalau ada masalah, Presiden juga akan memanggil,” kata Anton yang ditemui wartawan saat mendampingi Presiden Yudhoyono di Senayan, Jakarta, kemarin. Ia menegaskan kebijakan partainya yang mendukung hak angket tidak dengan serta-merta berkaitan dengan dirinya. “Kita lihat saja,” ujarnya.
    “Ini risiko disebut menteri sontoloyo,” ujar Suryadharma, kolega Anton, di tempat yang sama. Ia justru meminta Syamsir langsung tunjuk hidung soal nama-nama menteri yang dimaksud sehingga tak memecah belah kabinet.

2. Hendarman Berjanji Awasi Wisnu Subroto

    Jaksa Agung Hendarman Supandji berjanji tidak akan melepaskan begitu saja Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto.
    JAKARTA — Jaksa Agung Hendarman Supandji berjanji tidak akan melepaskan begitu saja Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto. Petinggi Kejaksaan yang terkait kasus rekaman percakapan Artalyta Suryani, terdakwa dugaan suap US$ 660 ribu, dengan Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara Untung Udji Santoso itu akan diawasi ketat.
    “Seandainya dalam persidangan dia (terbukti) terlibat, saya juga akan bertindak tegas,” kata Hendarman di Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin. “Kalau orang mengatakan saya tidak tegas, lemah, saya ini masih di dalam langkahlangkah undang-undang. Apa saya harus berbuat di luar (undang-undang)?”
    Kamis lalu, Hendarman mencopot jaksa Untung Udji Santoso. Hasil pemeriksaan internal kejaksaan, seperti yang dituturkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan M.S. Rahardjo, menunjukkan ada bukti awal pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

3. Evakuasi Korban Casa Terganjal Medan dan Cuaca

    Pesawat diklaim terbang dalam kondisi prima.
    BOGOR — Bangkai pesawat Casa NC-212 ditemukan kemarin petang di sebuah jurang di perbukitan Tegal Lilin, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Bogor.
    Ketua tim pencari gabungan, Kolonel Penerbang Hari Budiarto, mengatakan evakuasi korban tak bisa dilakukan tadi malam karena jalur menuju lokasi sangat sulit. “Cuaca pun tak mendukung,” katanya di posko pencarian, Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang.
    Pesawat milik TNI Angkatan Udara itu jatuh di tebing jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter. Lokasi jatuhnya pesawat sekitar lima jam dari Kampung Cibitung, kampung terdekat di kawasan Kaki Gunung Salak.
    Posisi bangkai pesawat baru dipastikan setelah tim pencari melihatnya dari udara sekitar pukul 17.00. Penemuan itu dilanjutkan dengan pengecekan melalui jalur darat sekitar pukul 18.00.

4. Siksa Samirah, Jutawan Amerika Dibui

    Korbannya dipaksa makan 25 cabai dan disayat pisau.
    CENTRAL ISLIP — Seorang perempuan jutawan Amerika Serikat kemarin dijatuhi hukuman penjara 11 tahun oleh pengadilan karena memperbudak dan menyiksa dua perempuan Indonesia di rumah mewahnya di pinggiran Long Island, New York.
    Perempuan itu, Varsha Mahender Sabhnani, 46 tahun, dan suaminya, Mahender Murlidhar Sabhnani, 51 tahun, didakwa telah menyiksa secara fisik dan psikis Samirah dan Enung, dua pembantu rumah tangganya tersebut, dan menampung pekerja ilegal.
    Para korban mengaku telah dipukul oleh majikan mereka dengan payung dan sapu, disayat dengan pisau, dipaksa naik-turun tangga berkali-kali, dan disiram air dingin sebagai hukuman. Salah satu dari mereka mengaku dipaksa makan 25 cabai sekaligus.