1. Kelompok Rizal Ramli Diincar

    Kantor Ferry akan digeledah.
    JAKARTA — Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar mengatakan lembaganya memiliki bukti lengkap keterlibatan Komite Bangkit Indonesia dalam aksi massa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak yang ricuh pada Selasa lalu di Jakarta.
    Ia menyatakan telah menyerahkan temuan itu, termasuk peran seseorang berinisial FY, kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto untuk ditindaklanjuti. “Ini buktinya, kau (polisi) kerjakan,” katanya seusai acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
    Syamsir menolak mengungkap identitas dan peran FY. “Saya sudah minta Sutanto, tangkap itu.” Ia juga mengarahkan telunjuknya kepada seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang dianggap ikut mendanai demonstrasi. Menurut dia, politikus itu aktor lain di samping FY.

2. Pencopotan Untung Udji Belum Tuntaskan Masalah

    Kalau mau membersihkan, sapu yang bersih.
    JAKARTA — Direktur Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Denny Indrayana menilai pencopotan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Untung Udji Santoso belum menyelesaikan persoalan. Ia menilai Jaksa Agung Hendarman Supandji melindungi korpsnya dalam skandal kasus suap Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
    “Semua itu penyelesaian ‘secara adat’ di lingkungan kejaksaan,” kata Denny dalam diskusi mengenai penanganan kasus BLBI di Jakarta kemarin. Buktinya, menurut dia, “Hendarman tidak menetapkan sanksi tegas terhadap Untung Udji.”
    Kemarin Hendarman mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengganti Untung Udji. Namun, ia belum dapat menjatuhkan sanksi disiplin kepada jaksa yang diduga terlibat dalam skenario menyelamatkan Artalyta Suryani, terdakwa kasus penyuapan US$ 660 ribu terhadap jaksa Urip Tri Gunawan. Sanksi akan diputuskan setelah kasus Artalyta dan Urip diputus di Pengadilan Korupsi.

3. Ferry Yuliantono: Saya Tak Ikut Dalangi Demo

    Dari Guangzhou, Cina, dia menjawab. Dituding sebagai dalang demonstrasi yang rusuh— meski cuma disebut dengan inisial FY, bukan YF seperti yang ditulis di koran ini kemarin —Sekretaris Jenderal Bangkit Indonesia Ferry Yuliantono membantah keras tuduhan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.
    Berikut ini petikan wawancara wartawan Tempo Setri Yasra dengan Ketua Dewan Tani Nasional itu melalui sambungan telepon.
    Kepala BIN menyebut inisial FY sebagai dalang aksi demonstrasi.
    Apa tanggapan Anda?
    Hampir pasti FY itu saya. Ciri-ciri yang dikemukakannya mengarah ke saya. Disebut, FY itu aktivis dan tengah berada di luar negeri.

4. Defisit Listrik Belum Teratasi

    Perlu proyek 10 ribu megawatt tahap kedua.
    JAKARTA – Pasokan listrik hingga tahun depan masih jauh dari batas aman. Megaproyek pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt yang digulirkan pemerintah pun tak bisa mengatasi defisit listrik dalam beberapa tahun mendatang.
    Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan, meski tahun depan pasokan listrik di Jawa akan bertambah dari Pembangkit Banten, Pembangkit 1 Jawa Barat di Indramayu, dan Pembangkit 1 Jawa Tengah di Rembang, cadangan listrik baru mencapai 20 persen. “Kalau ingin aman, cadangan harus 30 persen,” ujarnya.
    Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini akan lebih parah dalam lima tahun ke depan. Sebab, kata Fahmi, konsumsi listrik diperkirakan bakal meningkat signifikan. Untuk 2010 saja pertumbuhan listrik nasional diproyeksikan sebesar 147,9 terawatt per jam.

5. Nasib 18 Penumpang Casa TNI-AU Belum Diketahui

    Pesawat Casa berpenumpang 18 orang milik TNI Angkatan Udara menghilang setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin siang.
    JAKARTA — Pesawat Casa berpenumpang 18 orang milik TNI Angkatan Udara menghilang setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin siang. Hingga pukul 21.30 WIB tadi malam, nasib pesawat dan para penumpangnya belum diketahui.
    “Masih dicari,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Chaerudin Ray saat dihubungi Tempo.
    Menurut Chaerudin, pesawat Casa NC-212 itu mengangkut 18 penumpang. Mereka terdiri atas 13 anggota tim pemotretan udara dari Dinas Pemotretan Angkatan Udara dan 5 awak pesawat.