1. Sanksi Dijatuhkan Pekan Depan

    Jaksa Agung Muda Pengawasan MS Rahardjo menyatakan menemukan bukti awal terjadinya pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 yang dilakukan Kemas Yahya serta Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Untung Udji Santoso. Namun, ia belum menyebut pelanggaran tersebut.
    ”Kami perkirakan, Kamis pekan depan (26/6), sudah ada sanksi,” ujar Rahardjo, Jumat di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta.
    Menurut Rahardjo, bukti awal terjadinya pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) No 30/1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil terlihat pada hubungan telepon antara Kemas, yang saat itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, dan Artalyta Suryani, sehari setelah pengumuman penghentian penyidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terkait Sjamsul Nursalim, pada 1 Maret 2008. Melalui pembicaraan telepon itu, Kemas menyatakan, tugas telah selesai.

2. Pemerintah Komitmen Menuntaskan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir sebagai bagian dari perhatian pemerintah.
    Karena itu, Presiden berkomitmen untuk mengungkap dan menuntaskan kasus pembunuhan Munir yang terjadi sekitar satu bulan sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden.
    ”Ini adalah concern pemerintah. Bapak Presiden sangat menaruh perhatian agar masalah Munir bisa selesai, bisa terungkap, dan bisa selesai dengan tuntas,” ujar Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa seusai mendampingi Presiden Yudhoyono mengikuti upacara minum teh merayakan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang di Jakarta, Jumat (20/6)./span>

3. Bom Molotov Ditemukan di DPRD Maluku Utara

    Sebuah rangkaian bom molotov ditemukan di salah satu kamar mandi Kantor DPRD Maluku Utara di Ternate, Jumat (20/6) siang. Polisi mengamankan bom itu dan memeriksa lima saksi.
    Bom ditemukan Iksan Toduho, anggota staf Bagian Umum Sekretariat DPRD, sekitar pukul 14.15.
    Rangkaian bom molotov itu ditempatkan di kamar mandi lantai 2, dekat ruang kerja Sekretaris DPRD. Kepada polisi, Toduho menuturkan, sebelum menemukan rangkaian bom molotov itu ia mencium bau menyengat uap bensin di luar kamar mandi.

4. Indonesia Butuh Birokrat Tangguh

    Menghadapi ketidakpastian perekonomian dunia, Indonesia butuh jajaran birokrat yang tangguh sebagai modal dalam mengantisipasi perubahan yang sangat cepat jika krisis ekonomi global terjadi. Ini ditekankan karena jumlah birokrat yang bersih masih sangat minim.
    ”Di Departemen Keuangan, kami melakukan reformasi struktural untuk membuat birokrasi bisa berfungsi normal. Kalau tidak bisa 100 persen bersih, ya, 85 persen saja sudah bagus. Namun, sekarang, jika saya bertanya kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hanya 17 persen birokrat yang bersih, 80 persen selebihnya masih perlu diperhatikan. Bagi saya, ini merupakan wake up call (peringatan),” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Jumat (20/6).

5. Infeksi Menjadi Penyebab

    Kematian Maftuh Fauzi (25), mahasiswa Akademi Bahasa Asing Universitas Nasional
    yang menjadi korban insiden di Unas, Jakarta, disebabkan infeksi sistemik organ tubuh. Menurut Widia Syarkawi, ahli saraf Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jumat(20/6) petang, infeksi itu terutama terjadi di paru-paru.
    ”Tidak ada luka pada kepala setelah dicek dengan CT-scan. Pasien masuk RSPP dalam kondisi kesadaran menurun hari Rabu,” kata Widia.

6. Komnas HAM Menghargai Keputusan Polisi

    Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan pihaknya amat menghargai keputusan polisi untuk menetapkan Mayjen (Purn) Muchdi Pr sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Munir.
    Kebijakan itu merupakan preseden baik dalam upaya penegakan HAM di Indonesia, khususnya terkait dengan perlindungan bagi para pekerja HAM.

7. Tujuh Kata Kunci Joachim Loew

    Pelatih Jerman Joachim Loew menyimpulkan kunci kemenangan yang meloloskan Jerman ke semifinal. ”Saat melawan Portugal, kami menerapkan struktur, organisasi, dan disiplin yang kuat. Kami tampil berani dan memainkan berbagai kombinasi yang bagus,” katanya.
    Semua keampuhan yang membuat kami sukses pada masa lalu telah berhasil kami terapkan malam ini,” ujarnya seusai partai perempat final. Ada tujuh kata kunci dari kalimat Loew: struktur, organisasi, disiplin kuat, keberanian, kombinasi bagus, sukses masa lalu, dan keberhasilan saat ini. Resep serba tujuh yang menopang prestasi ”die Mannschaft” (tim nasional) itu boleh jadi sejajar dengan formula sukses bisnis ala Stephen Covey yang terkenal dan dituangkan ke dalam buku The Seven Habits of Highly Effective People.