PASSING GRADE SMP TAHUN 2010/2011

Berbeda dengan perkiraan untuk SMP, passing grade SMA kota Bandung diperkirakan akan turun karena rata-rata hasil UN SMP kota Bandung turun dari 31,19 tahun 2009 menjadi 29,34 tahun 2010.

Penerimaan Siswa Baru (PSB/PPDB)  SMA Negeri Kota Bandung tahun 2010-2011 dilakukan mulai tanggal 28 Juni – 3 Juli 2010, bersamaan dengan SMP dan SMK. Hasilnya telah diumumkan pada tanggal 6 Juli 2010. Tabel di bawah menunjukkan Passing Grade SMA Negeri Tahun 2009 dan Tahun 2010. Passing Grade tahun 2009 bersumber pada pengumuman resmi Panitia PSB tanggal 7 Juli 2009, sedangkan untuk tahun 2010 diambil dari website resmi panitia yang diakses pada tanggal 6 Juli 2010 (final).

Catatan:
Passing Grade ditentukan berdasarkan 4 Mata Pelajaran Ujian Nasional, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan Bahasa Inggris.

PASSING GRADE SMA TAHUN 2010/2011

Penerimaan Siswa Baru (sekarang disebut Penerimaan Peserta Didik Baru/PPDB) SMP, SMA dan SMK Negeri Kota Bandung tahun 2010-2011 dilakukan mulai tanggal 28 Juni – 3 Juli 2010. Hasilnya sudah diumumkan pada tanggal 7 Juli 2010. Berikut ini disampaikan Passing Grade SMP Negeri Tahun 2009 dan Tahun 2010. Passing Grade tahun 2009 merujuk pada pengumuman resmi Panitia PSB tanggal 7 Juli 2009, sedangkan tahun 2010 berdasar website resmi panitia yang diakses tanggal 6 Juli 2010 (final).

Catatan:

  1. Passing Grade ditentukan berdasarkan 3 Mata Pelajaran Ujian Nasional SD, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.
  2. Tahun 2010 tata-rata nilai UN siswa SD kota Bandung meningkat dari 20,97 (2009) menjadi 21,25, sehingga passing garde masuk SMP-nya pun akan meningkat.

Setelah menderita sakit cukup lama Penyair flamboyan WS Rendra akhirnya meninggal hari ini pukul 22.00 (6/8/2009) di RS Mitra Keluarga, Depok. Wafatnya Rendra hanya berselang 3 hari setelah sahabatnya penyanyi fenomenal Mbah Surip.

Selamat jalan Rendra…

sumber: detik.com

***

Kamis, 06/08/2009 22:41 WIB
WS Rendra Meninggal Dunia
Moksa Hutasoit – detikNews

Jakarta – Setelah sempat sakit-sakitan, akhirnya penyair WS Rendra meninggal dunia. Budayawan tersebut meninggal setelah sempat keluar dari RS yang merawatnya.

“Betul (meninggal dunia), tapi saya nggak bisa jawab apa-apa yah, mohon maaf, tanya ke yang lain saja” jawab salah satu putri Rendra, Mariam, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/8/2009).

Gara-gara sakit, Rendra tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman sahabat karibnya, Mbah Surip di Makam Bengkel Teater, miliknya, Selasa (4/8/2009) lalu.

Penyair bersuara serak ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Rendra masuk rumah sakit akibat jantung koroner yang dia alami.

Sebelumnya pria kelahiran Solo tahun 1935 itu sempat dirawat di RS Cinere sejak Kamis, 25 Juni. Namun karena kondisinya tidak membaik, Rendra lantas dirujuk ke RS Harapan Kita, lalu dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga. (mok/mok)

***

Tidak lama setelah beberapa kali insiden penembakan di Freeport, Papua. Tadi pagi sekitar jam 7.50 terjadi ledakan dahyat (diperkirakan bom bunuh diri) di JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Kedua kejadian ini sama sasaran utamanya yaitu orang asing yang berada di Indonesia, walaupun korbannya banyak dari WNI.

Laporan sementara Polisi menyebutkan sudah ada 8 orang yang meninggal, 4 dari JW Marriott dan 4 dari Ritz Carlton. Info dari beberapa stasiun TV sekitar 41 orang luka dan dirawat di beberapa Rumah Sakit, seperti MMC dan RS Jakarta, Medistra. Berdasarkan laporan AnTV, salah satu warga asing yang meninggal adalah Direktur Utama Holcim, Timothy McKay yang meninggal di RS Medistra.

Ritz Carlton sendiri rencananya akan digunakan tempat menginap rombongan Manchester United (MU).  Info sementara yang diperoleh MU tetap akan datang, walaupun tempatnya belum dipastikan dimana.

Sekitar jam 11.00. AnTV melaporan terjadi juga ledakan ke-3 di Muara Angke dengan 2 orang tewas. Diduga bom mobil.

Indonesia kembali berduka.

Update 11.2o : Laporan Depkes
Korban meninggal 9 orang: 6 di JW Marriott, 2 di MMC dan 1 di Medistra. 52 orang terluka: 36 di MMC, 14 RS Jakarta, 1 di Pertamina dan 1 di Medistra.

Update 13.0o : MU Akhirnya Batal ke Indonesia
Ketua Promotor LOC melalui Andi Darussalam menyampaikan bahwa MU batal ke Indonesia, pengumuman resmi menyusul. Gara2nya, tentu saja, pemboman Ritz-Marriott.

Link Berita:

detikcom, tempointeraktif.

***

Update: Hasil Quick Count 8 Juli 2009 (15.00):

1. Lingkaran Survei Indonesia (LSI1) – 96,4%
SBY-Boediono : 60,61%
– Megawati – Prabowo : 27,4%
– JK – Wiranto : 12,59%

2. Lembaga Survei Indonesia (LSI2) – 97,64%:
SBY-Boediono : 60,85%
– Megawati – Prabowo : 26,51%
– JK – Wiranto : 12,64%

3. LP3ES – 85,70%
SBY-Boediono : 59,89%
– Megawati – Prabowo : 27,61%
– JK – Wiranto : 12,55%

Luar biasa. SBY menang telak 1 putaran. Selamat buat SBY!

***

Pada posting 12 April 2009, saya memperkirakan SBY hanya bisa dikalahkan apabila:
1. Ada 3 pasangan Capres-Cawapres.
2. Pilpres berlangsung 2 putaran.

Sekarang ini, 4 Juli 2009, bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat, pasangan SBY-Boediono akan menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno.

Hari pencoblosan tinggal 4 hari. Sambil menunggu hasil hitung cepat (quick count) yang mungkin sudah bisa diketahui sore hari tanggal 8 Juli 2009. Inilah perkiraan saya mengenai hasil Pemilu Presiden putaran pertama.

0. Golput dan tidak sah : 20-45% (dari DPT)
1. SBY-Boediono : 40-55% (dari suara sah)
2. JK-Wiranto : 25-35% (dari suara sah)
3. Megawati-Prabowo : 20-30% (dari suara sah)

SBY-Boediono diperkirakan akan tetap berada di urutan teratas, walaupun raihannya terus melorot akibat makin bertambahnya simpati pemilih pada JK yang digabung dengan ‘blunder politik’ (pembusukan?) yang dilakukan oleh tim kampanye SBY.

Dari segi pencitraan lewat iklan-iklan juga, SBY kalah kreatif oleh JK dan kalah konsisten dibandingkan Mega-Prabowo.

Apakah SBY akan menang satu putaran atau kalah dalam 2 putaran, sangat tergantung pada hasil perolehan suara pada putaran pertama. Jika perolehan suara SBY-Boediono tidak sampai 50%  berpotensi kalah karena, dua saingannya (dan juga pendukungnya) kemungkinan besar bergabung membentuk koalisi. Ini terlihat dalam masa kampanye dan debat, baik Megawati, Prabowo, JK maupun Wiranto serta tim suksesnya gencar dan kompak menyerang SBY-Boediono.

Mari kita tunggu hasilnya.

Update: 6 Juli 2009 -1

MK mengabulkan permohonan penggunaan KTP/Paspor sebagai syarat mencoblos. Dengan persyaratan sbb:
1. Warga negara Indonesia bisa menunjukkan KTP atau paspor yang masih berlaku bagi warga Indonesia di luar negeri.
2. KTP harus dilengkapi kartu keluarga dan identitas sejenisnya.
3. Penggunaan hak pilih KTP hanya bisa digunakan di TPS yang berada di RT/RW atau nama sejenisnya sesuai alamat yang tertera di KTP.
4. Warga Indonesia yang disebutkan di angka 3, sebelum menggunakan hak pilih, terlebih dulu harus mendaftarkan diri pada KPPS setempat.
5. Warga Indonesia yang menggunakan paspor atau KTP, harus mencontreng paling cepat 1 jam sebelum pemungutan suara selesai.

(sumber: detikcom, tempointeraktif)

Yang perlu dicermati:

1.  Ini berarti MK, secara tidak langsung mengakui bahwa DPT yang dibuat KPU bermasalah.
2. Apakah mungkin KPU bisa mensosilisasikanya dalam waktu 1 hari?
3. Dengan waktu yang demikian mepet, keputusan ini sangat mungkin bisa memunculkan masalah baru dan berpotensi memperkisruh Pilpres.
4. Dengan aturan yang sangat merepotkan apakah mau masyarakat bersusah-susah menggunakan hak pilih? Dengan tercantum pada DPT saja belum tentu mau.

Update: 6 Juli 2009 -2

Salah satu lembaga survei, LSN (Lembaga Survei Nasional), pimpinan Umar S. Bakry, membatalkan rencana perhitungan cepat Pilres 2009 dengan alasan Pilpres bermasalah (terutama DPT) sehingga sampel2 yg diambil di TPS tidak bisa mewakili populasi pemilih yang mencapai 174 juta orang. Dengan demikian hasil hitung cepat LSN yg sedianya ditayangkan di GlobalTV dan TPI menjadi batal pula.

(Sumber: detikcom)

Komentar:
Kira2 ada ga ya lembaga survei lain yang berpendapat sama?

Jika Anda pusing sama manuver jungkir balik para politisi menjelang Pemilihan Presiden 2009. Wajar saja. Karena sebuah kiriman seorang temen juga bikin tambah saya bingung. Inilah kirimannya:

Say  SBY…..
Maksudnya?
Sayang ya Saya Bukan Yoyo…..

Akhirnya, setelah sebagian pada lupa karena terlalu lama menunggu, KPU mengumumkan hasil Pemilu Legislatif 2009, kemarin (9/5/2009) sekitar pukul 22.00.

Ini bukan berarti masalah selesai, karena hasil dari Dapil II Sumut (Nias Selatan) belum selesai dihitung ulang. KPU ‘terpaksa’ mengumumkan karena kemarin adalah hari terakhir. Jika lewat batas tersebut, sesuai UU, mereka bisa diancam hukuman pidana.

Belum lagi, akan banyak gugatan yang masuk ke MK dalam waktu 3 x24 jam ke depan. Artinya, masalah serius terkait Pemilu 2009 baru akan dimulai.

Sebagai informasi inilah hasil akhir perhitungan suara oleh KPU.

1. Demokrat – 20,85% (21.703.137), perkiraan kursi di DPR 148 kursi.
2. Golkar – 14,45% (15.037.757), 108 kursi.
3. PDIP – 14,03% (14.600.091), 93 kursi.
4. PKS – 7,88% (8.206.955), 59 kursi.
5. PAN – 6,01% (6.254.580), 42 kursi.
6. PPP – 5,32% (5.533.214), 39 kursi.
7. PKB – 4,94% (5.146.122), 26 kursi.
8. Gerindra – 4,46% (4.646.406), 30 kursi.
9. Hanura – 3,77% (3.922.870), 19 kursi.
10. PBB – 1,79% (1.864.752), tidak lolos threshold.

Total DPT : 171.265.442.
Pemilih: 121.588.366 (70,99% DPT)
Suara sah : 104.099.785 (60,78% DPT)
Suara tidak sah : 17.488.581 (10,21% DPT)
Tidak Memilih/Golput : 49.677.076 (29,01% DPT)
Golput+Tdk Sah : 67.165.657 (39,22% DPT)

Dengan demikian hanya 9 partai yang memiliki perwakilan di DPR.
Jumlah Golput (29,01%) lebih besar dari Demokrat dan Golput_Tdk sah hampir mencapai 40%.