Jika Anda pusing sama manuver jungkir balik para politisi menjelang Pemilihan Presiden 2009. Wajar saja. Karena sebuah kiriman seorang temen juga bikin tambah saya bingung. Inilah kirimannya:

Say¬† SBY…..
Maksudnya?
Sayang ya Saya Bukan Yoyo…..

(Kiriman seorang teman)

Inilah wawancara imaginer wartawan dunia impian dengan Wiranto dan Prabowo.

Wartawan (Wa) : Pak Wiranto, saya dengar Bapak dari dulu selalu bersaing dengan Pak Prabowo? Benarkah?
Wiranto (Wi) : Benar! Tapi sebenarnya Prabowo yang terus berusaha bersaing dengan saya.
Wa: Apa buktinya?
Wi: Pada saat saya bikin partai (Hanura, red.), dia juga bikin partai (Gerindra, red.)!
Wa: Bukti lainnya?
Wi: Pada saat saya nyalon jadi Presiden dia juga nyalon!
Wa: Ada bukti lain Pak?
Wi: Ada tapi off the record ya. (Kemudian Wiranto berbisik pada Wartawan dan wartawannya manggut-manggut).
Wa: Oh gitu ya Pak. Berarti saya harus tunggu hasil Pemilu 2009 dulu ya?
Wi: Benar!

Pada kesempatan terpisah Wartawan mewawancara Prabowo.
Wa: Pak Prabowo, saya dengar Bapak dari dulu selalu bersaing dengan Pak Wiranto? Benarkah?
Prabowo (Pr): Tidak benar. Memangnya ada bukti?
(Wartawan kemudian menceritakan hasil wawancara dengan Wiranto).
Pr: Terserah pandangan Anda saja kalau gitu (sambil tersenyum).
Wa: Kalau begitu tolong jelaskan kenapa Bapak bikin partai?
Pr: Untuk ‘menggeridra’ ‘hanura’!
Wa: Kalau nyalon jadi Presiden?
Pr: Supaya Wiranto ga jadi Presiden!
Wa: Wah kalau gitu, benar donk pendapat bahwa Bapak bersaing dengan Wiranto?
Pr: (sambil senyum) Terserah Anda!

Wartawan kembali bertemu Wiranto untuk wawancara.
Wa: Pak Wiranto, menurut Bapak, berapa persen kira2 yang akan memilih Hanura?
Wi: Terus terang saya harus jujur sama Anda, hanya sekitar 5%!
Wa: Kenapa begitu kecil Pak?
Wi: Karena paling banyak hanya 5% dari rakyat Indonesia yang menggunakan hati nurani!
Wa: Kalau, seandainya, ternyata yang 5% persen juga, sesuai hati nurani, tidak memilih Hanura bagaimana Pak?
Wi: (sambil tersenyum). Berarti 95% sisanya lah yang memilih Hanura!
Wa: (langsung pamit, dengan senyum kecut!)

Nah sekarang giliran Prabowo lagi yang di wawancara.
Wa: Pak Prabowo, menurut Bapak berapa persen bakal memilih partai Bapak, Gerindra?
Pr: Karena saya Ketua HKTI, Pedagang Pasar dan lain-lain, kira2 40%!
Wa: Wah itu jumlah yang besar, mengalahkan target Golkar dan PDIP! Kenapa Bapak bisa seyakin itu?
Pr: Karena mereka sudah saya ‘gerindra’!
Wa: Wah kalau gitu Bapak tidak demokratis donk!
Pr: Semua partai di Indonesia pada dasarnya tidak demokratis, kalau tidak membujuk pake uang, ya bikin kampanye hitam atau bikin janji-janji kosong atau pake pemaksaan halus!
Wa: Jika cara Bapak seperti itu, bisa2 akhirnya rakyat tidak memilih partai Bapak?
Pr: Tidak apa2. Yang penting Wiranto tidak boleh jadi Presiden!
Wa: (bengong, dan langsung pamit!)

Ada sebuah anekdot yang saya terima beberapa hari yang lalu dari seorang teman. Dia bilang idenya datang setelah melihat perkembangan situasi politik terakhir. Inilah ceritanya, jangan dianggap terlalu serius ya?

Denny JA dari LSI baru saja melakukan survei calon presiden 2009. Hasilnya dikirim ke SBY, JK dan Mega. Reaksinya semua pada marah. Apa pasal?

Survei SBY:
Pada saat ditanya mengenai popularitas, hasilnya ternyata SBY lebih dikenal sebagai besan Aulia Pohan ketimbang Presiden. Usut punya usut ternyata respondennya adalah karyawan KPK!

Survei JK:
Pada saat ditanya siapakah calon presiden yang paling pas dari Golkar, mayoritas responden lebih memilih Fadel Muhammad (FM) dibanding JK. Usut punya usut ternyata respondennya adalah para pesohor yang sekarang jadi caleg! Alasan mereka, FM lebih keren dan JK.

Survei Mega:
Ketika ditanya siapa wakil presiden yang paling cocok mendampingi Mega. Yang kepilih ternyata bukan Sri Sultan, Hidayat Nur Wahid dll, tetapi adalah Agus Condro! Usut punya usut ternyata respondennya adalah 39 orang penerima cek perjalanan! Alasannya supaya mereka nga ditangkep kayak M. Iqbal!

Ada sebuah buku Statistika yang sangat Populer, yaitu ‘How to Lie with Statistics‘, karangan Darrell Huff. Jika anda ragu apakah survei2 itu benar atau sekedar rekayasa, silakan cek disini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.