DPR dan Presiden sama sama aneh (berita no. 7), kedua pihak saya yakini tahu penyebab utama kenaikan harga minyak dunia. Anggota DPR saya perhatikan hanya memanfaatkan isu ini untuk kepentingan politik masing2, menjelang Pemilu 2009, bukan atas dasar membela kepentingan rakyat. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa ‘kegalakan’ DPR selama ini hanya untuk 3 tujuan utama: UANG, POPULARITAS dan KEKUASAAN. Lihat saja kasus BLBI, Bulyan, pembahasan Undang-Undang, pembahaan RAPBN dan-lain-lain.
1. Krisis Berakhir 2010 : PT PLN Perlu Beri Diskon Tarif
- Palembang, Kompas – Krisis listrik di Indonesia diperkirakan baru akan berakhir dua tahun lagi. Oleh karena itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta rakyat berhemat listrik hingga krisis listrik berakhir, yaitu saat pembangunan proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt selesai pada tahun 2010.
Imbauan itu disampaikan Wapres dalam Dialog Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang bertema ”Ketahanan Pangan dan Energi”, Minggu (6/7) di Palembang.
Sebagaimana diberitakan, pada 11-25 Juli 2008 PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan melakukan pemadaman listrik secara bergilir sejak pagi hingga pukul 20.00 di Jakarta dan Tangerang sehubungan dengan adanya pemeliharaan rutin dan pemasokan bahan bakar minyak ke dua pembangkit di wilayah ini.
2. Kelistrikan : Pengusaha Berniat Somasi PLN
- Jakarta, Kompas – Krisis listrik yang melanda Indonesia akhir-akhir ini menjadi persoalan yang semakin serius. Sejumlah pengusaha di Cilacap dan Solo mengancam akan mensomasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), karena omzet usaha mereka turun hingga 15 persen akibat pemadaman listrik.
Sementara itu, pengusaha yang tergabung dalam Jakarta Japan Club mengancam akan hengkang ke China. Alasannya, akibat pemadaman listrik sepanjang minggu pertama bulan Juli 2008, mereka telah merugi Rp 48 miliar.
Oleh karena itu, K etua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah lebih sensistif menyikapi masalah kelistrikan ini.
3. KUNJUNGAN LUAR NEGERI : Presiden Terima Kaum Muda Indonesia
- Kuala Lumpur, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono beserta rombongan, Minggu (6/7) sore, tiba di Kuala Lumpur International Airport, Malaysia. Dalam kunjungan di Malaysia selama dua hari, Senin pagi ini Presiden akan menerima kaum muda Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Generasi muda di negeri jiran itu akan menyampaikan kepada Presiden hasil seminar mengenai pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hasil seminar itu akan menjadi peran dan sumbangsih kaum muda untuk pembangunan kembali kejayaan NKRI.
Seusai bertemu generasi muda Indonesia di Malaysia, Presiden baru memulai acara kenegaraan, mengikuti Pertemuan Tingkat Tinggi VI Organisasi Developing Eight atau D-8, delapan negara berkembang terkemuka. D-8 dibentuk Juni 1997, dengan anggota yang memiliki karakteristik ekonomi pembangunan dan kependudukan yang relatif sama. Anggota D-8 adalah Banglades, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Indonesia.
Dalam pertemuan D-8, Senin sore, Presiden Yudhoyono sekaligus akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan D-8 kepada Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi. Presiden juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Badawi, dilanjutkan dengan pembentukan eminent person group (EPG) yang beranggotakan pakar dari berbagai bidang dan tokoh dari kedua negara.
4. 100 Tahun Kebangkitan Nasional : Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional
- ZULHASRIL NASIR
Ada satu soal yang selalu mengganjal kebanyakan orang apabila membincangkan Tan Malaka, yakni apakah dia seorang nasionalis atau komunis? Jika pertanyaan itu terjawab, sangatlah relevan menghubungkan pemikiran dan sosok Tan Malaka pada hari- hari peringatan Kebangkitan Nasional sekarang ini.
Manusia Tan Malaka adalah contoh pemimpin yang berjuang dan melahirkan gagasan bernas untuk kesejahteraan bangsa tanpa pamrih. Secara sosiologis, Tan Malaka bukanlah seorang komunis, tetapi perantau yang telah dibekali dasar keislaman yang kuat dari alam Minangkabau. Sebagai perantau berpendidikan, ia berpikir dinamis, selalu mempertanyakan dan mencari gagasan baru untuk bangsanya yang sedang dijajah. Mempertanyakan adalah melakukan kritik tentang apa saja di luar logika dan kepatutan, dan karena itu pula Tan Malaka sangat percaya kepada kekuatan dialektika berpikir persoalan kemasyarakatan dapat dipecahkan dengan baik.
5. ANALISIS EKONOMI : Ekspansi Kredit
- Krisna Wijaya
Ada fenomena yang menarik di perbankan. Pada saat inflasi dan suku bunga cenderung naik, ternyata ekspansi kredit perbankan sampai Mei 2008 telah mencapai Rp 1.138 triliun.
Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007, berarti kredit perbankan nasional tumbuh 31,4 persen. Pertumbuhan itu berlanjut. Pada posisi Juni 2008 pertumbuhan kredit perbankan mencapai 32 persen dibandingkan dengan Juni 2007. Pertumbuhan kredit tersebut tercatat sebagai yang tercepat sejak masa krisis (Kompas, 4 Juli 2008).
Fenomena pertumbuhan kredit tersebut tentunya menarik untuk dikaji. Ada beberapa catatan yang dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut.
Pertama, pertumbuhan kredit sampai bulan Juni yang cukup tinggi bagaimanapun merupakan pertanda bahwa sektor perbankan telah melaksanakan fungsi intermediasinya dengan lebih baik. Meskipun pertumbuhan kredit tersebut masih didominasi sektor tertentu, seperti pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur, pertanyaannya apakah hal tersebut didorong oleh adanya daya tarik di sektor riil?
6. Tenis : Hujan Tunda Sejarah Baru Wimbledon
- LONDON, MINGGU — Hujan menunda terciptanya sejarah baru di lapangan rumput All England Lawn Tennis and Croquet Club, Minggu (6/7). Duel dua petenis terbaik dunia, Roger Federer dan Rafael Nadal, pada partai final turnamen tenis grand slam Wimbledon tertunda hujan dua kali. Saat berita ini diturunkan, Nadal untuk sementara unggul 6-4, 6-4, 6-7 (5-7).
Siapa pun pemenang pertarungan ini akan menciptakan sejarah baru di Wimbledon. Kemenangan bagi Federer menjadikannya petenis pertama dalam era tenis terbuka yang menjuarai Wimbledon enam kali berturut- turut.Petenis Swiss ini tak terkalahkan di arena ini sejak tahun 2003, dan tahun lalu menyamai rekor Bjorn Borg dengan menjuarai Wimbledon lima kali berturut-turut.
Federer akan menyamai rekor Willie Renshaw yang memenangi Wimbledon tahun 1881-1886. Perbedaannya, sebagai juara saat itu Renshaw memperoleh bye dan langsung ke final untuk mempertahankan gelar setiap tahunnya. Seandainya Nadal juara, dia akan menjadi petenis pertama sejak Borg di tahun 1980 yang memenangi Perancis Terbuka dan Wimbledon pada tahun yang sama.
7. Perdebatan Tak Produktif : Pemilihan Pimpinan Panitia Angket Jangan Diulur
- Jakarta, Kompas – Perdebatan soal pimpinan Panitia Hak Angket Bahan Bakar Minyak sesungguhnya tidak produktif. Seharusnya perdebatan dikembalikan pada substansi pokok, yakni membenahi politik energi, tata kelola energi nasional, termasuk dalam rangka mengatasi mafia perminyakan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz, Minggu (6/7) di Jakarta. ”Bagaimanapun, penyelidikan ini bisa jadi titik masuk untuk membongkar ketidakadilan, mulai dari penambangan minyak hingga penjualan BBM,” ujarnya.
PPP, kata Irgan, mengimbau semua pihak tidak menjadikan Panitia Angket sebagai arena adu kepentingan politik, yang akhirnya menjauhkan dari tujuan awal pembentukan penyelidikan seputar kenaikan harga BBM.
”Pimpinan Panitia Angket tak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuan pleno. Bahkan, keputusan Panitia Angket BBM juga harus diajukan ke rapat paripurna DPR untuk ditindaklanjuti, apakah DPR mengajukan pernyataan pendapat atau tidak,” ujarnya.
Pada sisi lain, lanjut Irgan, anggota DPR juga perlu introspeksi dengan hak angket ini. Bagaimanapun, angket ini adalah bukti kurang optimalnya fungsi pengawasan DPR. Kesalahan bukan pada pemerintah semata.
Juli 7, 2008 at 9:08 am
Penguasa Negeri tercinta ini mungkin selalu terlambat mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi, karena mereka semuanya pintar-pintar sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk mencapai kesepakatan, dan akhirnya terlambat. Harga keterlambatan orang pintar ini, menjadi beban rakyat. Kemungkinan lainnya, investor dan pemberi uang(pinjaman) bermain, termasuk bank dunia (IBRD), bank asia (ADB)dan negara lainnya. Kemudian penguasa negeri akan mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis, dengan harga mahal. ini pendapat dangkalku, dengan menggunakan perasaan.
Juli 7, 2008 at 11:48 am
hehehe…
Bapak benar, saya sepenuhnya setuju dengan pendapat Bapak
Juli 9, 2008 at 7:19 am
[...] Politik Antisipasi kebutuhan energi yang membingungkan seperti yang disampaikan rekan Singal diperparah dengan ulah spekulan minyak menghasilkan rembetan masalah kemana-mana termasuk [...]
Juli 9, 2008 at 9:40 pm
Rencana pemerintah yang akan menerbitkan SKB tentang penghematan energi diharapkan jangan sampai menurunkan produktivitas industri. Seharusnya pemerintah segera melakukan pemetaan terhadap konsumsi energi khususnya listrik di perusahaan dan daerah-daerah.
Bukan itu saja, pemberian sanksi khusus kepada industri yang dianggap boros, tentunya akan mempersulit kalangan industri dalam memanfaatkan listrik. Padahal, konsumsi listrik bisa dihemat tanpa harus mengurangi produktivitas dan tanpa harus melakukan kontrol ketat. [Yohan Putera Soemarna, menyampaikan terima kasih jika berkenan mengunjungi blog kami]
Juli 18, 2008 at 4:34 pm
PLN kalau ingin Profesional,, sebaiknya pemeliharaanya dikasih kan ke pada pihak swasta… pihak swasta akan hati2 mengerjakanya, sebab kalau pihak swasta mengerjakan asalan aja,, nanti pihak sasta lain bisa mengambil,,, jangan semuanya BUMN yang punya,, dari itu BUMN nggak serius..